Bandara Sam Ratulangi Terapkan Social Distancing dan Rutin Semprot Desinfektan Menyeluruh

0
259
Sistem antrean di Bandara Sam Ratulangi diatur jarak 1 meter antara pengguna jasa.
MANADO-Aktivitas Bandara Sam Ratulangi tetap dibuka operasional keberangkatan maupun kedatangan penerbangan domestik, meski sedang dalam kondisi pencegahan corona virus disease 2019 (Covid-19) oleh pemerintah pusat.
Communication And Legal Manager Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Angga Maruli mengatakan, sejumlah langkah telah dilakukan untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran wabah penyakit Covid-19, utamanya di provinsi Sulawesi Utara.
Berupa pemberlakukan social distancing dan rutin melakukan pembersihan secara menyeluruh melalui penyemprotan cairan desinfektan. Supaya mencegah adanya virus atau bakteri yang dapat menyebar ke pengguna jasa.
Penyemprotan desinfektan di area check in penumpang maskapai, Rabu (18/3) malam.
Penyemprotan desinfektan di area check in penumpang maskapai, Rabu (18/3) malam.
Pada Rabu (18/3) malam, manajemen Bandara Sam Ratulangi melakukan penyemprotan desinfektan menyeluruh. Pembersihan dilakukan terhadap fasilitas, peralatan, atau perangkat yang ada di gedung terminal dan digunakan secara bersama seperti trolley, seluruh bangku di terminal, kids zone, reading corner, nursery room, internet corner, handgrip eskalator, tombol lift, toilet, serta area-area yang menjadi titik kumpul para pengguna jasa.
“Untuk social distancing, manajemen memberlakukan tanda jarak yang berhubungan dengan pengguna jasa seperti tempat duduk maupun saat antrean,” sebut Angga.
Para pengguna jasa diperbolehkan menempati tempat duduk yang tidak dilabeli sticker.
Para pengguna jasa diperbolehkan menempati tempat duduk yang tidak dilabeli sticker.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulawesi Utara dr Steaven Dandel MPH mengemukakan telah memetakan 212 warga yang dikategorikan pelaku perjalanan dari negara terjangkit. “Sesuai protap mereka diberlakukan self monitoring,” kata Dandel, Rabu (18/3) malam.
Pemetaan para pelaku¬†perjalanan dari negara terjangkit tersebut dilakukan, karena jumlah pasien dalam pengawasan terus bertambah di ruang isolasi RSUP Prof Kandou. “Total sudah ada lima pasien dalam pengawasan yang dirawat di RSUP Prof Kandou dan masih menunggu laporan hasil pemeriksaan, sedangkan 1 PDP berstatus terkonfirmasi. Sebelumnya juga, Satgas menangani tujuh PDP dan laporan hasil pemeriksaannya telah dinyatakan negatif,” pungkas Dandel, sembari mengiyakan bahwa sebagian besar PDP tersebut mempunyai riwayat perjalanan dari luar negeri.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here