Lagi, Jokowi ‘Sentil’ Para Menteri Kabinet Kerja

0
24
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

JAKARTA – Untuk kesekian kalinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur kinerja sejumlah menteri Kabinet Kerja perihal masalah ekspor dan impor serta perizinan investasi.

Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, ada empat nama menteri yang disinggung Kepala Negara, mulai dari Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya, hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil.

Jokowi, saat membuka sidang kabinet paripurna memulai pidatonya dengan mengajak para menteri melihat ekonomi terkini yang hampir setiap bulan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kita perlu melihat betul angka-angka yang telah didapat BPS. Coba angka-angkanya ditampilkan,” kata Jokowi, Senin (8/7/2019).

Jokowi lantas menyoroti kinerja ekspor impor sepanjang Januari-Mei 2019 yang masih mencatatkan defisit US$ 2,14 miliar. Lonjakan impor yang tidak diimbangi dengan akselerasi menjadi pemicu terjadinya defisit.

“Coba dicermati angka ini dari mana? Kenapa impor jadi sangat tinggi? Kalau didetailkan lagi, migasnya ini naiknya gede sekali. Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM yang berkaitan dengan ini, Bu Menteri BUMN,” jelas Jokowi.

Teguran Jokowi tak berhenti sampai di situ. Nama Menteri KLHK Siti Nurbaya dan Menteri ATR Sofyan Djalil pun disebut, saat Kepala Negara mengggambarkan bagaimana investor masih kesulitan untuk menanamkan modalnya.

“Dari Kementerian Kehutanan misalnya, masih lama ini urusan lahan. Pak Wapres biar cerita, mengenai petrochemical yang kita perlukan tapi sudah berhenti setahun lebih gara-gara yang berkaitan dengan lahan. Urusan kecil tapi menghambat,” jelasnya.

“Kemarin kita ke Manado, sama. Hotel sudah berbondong-bondong mau bikin, urusan yang berkaitan dengan tata ruang sebetulnya dari Menteri [Kepala] BPN [Badan Pertanahan Nasional] bisa menyelesaikan dengan kesepakatan yang harus dilakukan,” katanya.

Seperti diketahui, teguran yang disampaikan Jokowi ini sejatinya bukan kali pertama dilakukan. Dalam berbagai kesempatan, kepala negara memang kerap kali melontarkan kekecewaannya terhadap kinerja para menteri.

Meskipun tidak menyebut nama ataupun institusi terkait, Jokowi dalam beberapa kesempatan memang tak ragu mengungkapkan kejengkelannya atas masalah yang dialami ekonomi Indonesia.

Misalnya, dari defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang sudah bertahun-tahun menjadi masalah yang tak kunjung terselesaikan. Padahal, upaya untuk menangani masalah itu sudah berkali-kali dibawa dalam rapat tingkat tinggi.

Pernyataan Jokowi ini disampaikan tak hanya dalam rapat terbatas bersama para menteri, melainkan juga di depan kalangan pengusaha, dan publik. Mantan Gubernur DKI itu sendiri mengaku sudah tak memiliki beban dalam mengemban jabatannya saat ini.

“Saya sekarang enggak ada beban apa-apa kok. Mau putusin apa. Tak putusin sini. Asal untuk rakyat, untuk negara saya putusin,” tegas Jokowi kala itu.

Sumber/ CNBC Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here