Sahur, Warga Tuladenggi Digegerkan Dengan Pria yang Gantung Diri

0
107
Evakuasi korban bunuh diri di kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi yang ditemukan tewas subuh dini hari tadi, Jumat (31/5/2019).

GORONTALO – Jelang hari kemenangan Idulfitri yang tinggal menyisakan tiga hari lagi, masih ada orang-orang yang putus asah dalam menjalani hidup. Alhasil mereka mencari jalan singkat untuk mengakhiri hidupnya. Seperti yang dialami AB alias Adrian (30), pria yang diketahui beralamat di kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo ini mengegerkan warga sekitar. Setelah tubuhnya ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya dan kondisi menggantung diri, Jumat (31/05/2019) dinihari pukul 03.30 Wita.

Informasi yang dirangkum saat di tempat kejadian, bermula saat adik korban yang bernama Alpian Bone (23) ingin membangunkan sang Kakak dari kamarnya untuk sahur.

Pada saat ingin membangunkan sang Kakak, ternyata korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan belitan kain dileher. Saat itu juga Alpian histeris dan langsung memberitahukan kepada Rustin Katili (56), yang merupakan Ibu korban.

Selang beberpa jam saat kejadian. Setelah mendapatkan informasi adanya kejadian tersebut, pihak Kepolisian Polsek Dungngi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), dan langsung melakukan olah TKP.

Kapolsek Dungingi, Ipda. Mohammad. Atmal fauzi melalui Kanit Reskrim, Aiptu Suyono kepada sejumlah wartawan membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan setelah mendapat laporan masyarakat pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

“Berdasarkan laporan msyarakat, kami dari Polsek Dungingi langsung mendatangi TKP, dan melakukan olah TKP awal memeriksa ciri-ciri gantung diri maupun digantung. Namun dari hasil pemeriksaan awal itu murni gantung diri,” kata Suyono.

Dijelaskannya, berdasarkan pengakuan ibu korban, bahwa si korban ada masalah yang jadi beban morilnya dalam hal berkaitan dengan pekerjaan, bukan karena pidana atau masalah lain.

“Dilihat daro olah TKP, korban meninggal diprediksikan diatas lebih dari 6 jam. Korban juga sudah dilakukan visum mayat dan dikembalikan kepada keluarga. Karena dari pihak keluarga sendiri menolak untuk dilakukan otopsi dengan beberapa pertimbangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk langkah selanjutnya pihak Polsek akan melakukan koordinasi dengan Polres Gorontalo Kota, menunggu hasil visum mayat,” tutup Suyono.

Ditempat terpisah, Kapolsek Dungingi, Ipda Mohammad Atmal Fauzi mengatakan pihaknya telah melakukan visum terhadap korban di Rumah Sakit Otanaha sesuai persetujuan pihak keluarga korban.

“Alhamdulillah keluarga korban dalam hal ini ibu korban, sudah ikhlas dengan langkah melakukan visum kepada korban. Setelah itu, pihak Polsek kemudian mengawal jenazah kembali kerumah duka untuk diserahkan ke keluarga guna proses pemakaman,” tambahnya.

Sumber/ gopos.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here