Vidcon Dengan Gubernur, Gaghana Beberkan Situasi Terkini Penanganan Covid-19 Di Sangihe

0
109
Bupati Jabes E Gaghana SE ME didampinggi Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK ketika melakukan Vidcon dengan Gubernur Sulut.

TAHUNA -Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E Gaghana SE ME, Selasa (31/03/2020)  melakukan video conference (Vidcon) dengan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE, bersama pimpinan daerah se Provinsi Sulut, dalam rangka penanganan Virus Vorona atau Covid-19.

Dondokambey menyatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah memberikan tugas dan tanggung jawab dalam rangka penanganan Covid-19. Menjadi tumpuan bersama, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) sudah mengirim surat ke Pemerintah Pusat, bahwa daerah Sulut sudah termasuk daerah tanggap darurat.

“Sehingga kita bisa menggunakan dana APBD untuk pergeseran guna penanganan Covid-19,” ungkap Dondokambey.

Lebih lanjut Dondokambey menyatakan
untuk masyarakat miskin mulai 1 April dapat diberikan beras cadangan, yang telah tedampak dengan Covid-19. Sehingga dampak sosial yang dikhawatirkan bisa diatasi bersama. Diminta bagi tiap daerah yang akan melaksanakan Pilkada sesuai keputusan, bahwa Pilkada tahun 2020 ditunda sampai tahun 2021.

“Sehingga dana Pilkada tahun 2020 ini, bisa digeser dan digunakan untuk penanganan Covid-19,” imbuh Dondokambey.

Sementara itu  Gaghana ketika melakukan via Vidcon menjelaskan secara detail kepada Gubernur situasi terkini terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Sangihe manyebutkan, Pemkab Sangihe tetap memantau dan melaksanakan pengawasan orang masuk di Pelabuhan Tahuna dan di Bandara Naha.

“Pada hari ini Satgas Covid-19, telah melaksanakan kegiatan di ruangan umum dan tempat-tempat ibadah dilakukan penyemprotan disenfektan,” kata Gaghana.

Sedangkan terkait dengan pergeseran dana Gaghana menjelaskan, di Kabupaten Kepulauan Sangihe ada Rp 35 miliar telah digeser untuk pembiayaan penanganan Covid-19.

“Yaitu Rp 15 miliar Kami mempersiapkan sarana dan prasarana di rumah sakit, 9 miliar di persiapkan di Rumah Sakit Umum Liung Kendage sebagai Rumah Sakit pemeriksaan awal dan transit Apabila terjadi sesuatu yang tidak kita kehendaki. Sedangkan untuk RSU Liung Paduli itu dijadikan rumah sakit untuk penanganan terhadap pasien yang apabila ada pasien yang positif,” beber Gaghana.

Untuk dana cadangan lanjut Gaghana, ada Rp 20 miliar, itu sumbernya dari perjalanan dinas, kemudian dari pos untuk dana bantuan hibah, kemudia dana-dana yang bisa dipakai yang tidak terlalu mendesak untuk penanganan kegiatan ini Covid 19.

“Hanya saja yang mejadi permasalahan yang dihadapi  RSUD Liun Kendage, yaitu kekurangan tenaga medis, dokter spesialis yang terbatas, juga ADP sangat terbatas menangani masalah Covid-19 ini”, jelasnya lagi sambil menambahkan
berterima kasih kepada Gubernur sudah mendapat bantuan ADP untuk dijadikan kesiapan para medis kami. Namun menjadi catatan yang kami terima ada 105 ADP yang digunakan, 5 yang lengkap 100 tidak lengkap hanya dalaman saja.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here