Bahas Kesiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Komisi III DPR RI Sambangi Polda Sulut

0
30
Foto bersama para anggota Komisi III DPR RI dengan para Pejabat Polda Sulut.

MANADO – Komisi III DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik dalam Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019-2020 di Polda Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (04/12/2019) siang. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery diikuti beberapa Anggota. Diketahui, Komisi III adalah salah satu dari sebelas Komisi DPR RI dengan lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Ketua bersama Anggota Komisi III DPR RI disambut hangat oleh Kapolda Sulut, Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Alex Mandalika dan para Pejabat Utama Polda Sulut.

Rombongan kemudian menuju Mapolda Sulut untuk mengadakan pertemuan bersama Polda Sulut serta Kanwil Kemenkumham Provinsi Sulut dan jajaran, di ruang Tribrata. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Kakanwil Kemenkumham Provinsi Sulut, Efendy Paranginangin.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan terfokus pada kesiapan Polda Sulut dan Kemenkumham Provinsi Sulut beserta jajarannya dalam rangka pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mendatang.

Kapolda Sulut kemudian memaparkan kesiapan Polda Sulut dan jajaran menghadapi pengamanan tersebut. Di antaranya terkait jumlah personel yang akan ditugaskan, lokasi-lokasi pengamanan dan anggaran.

“Pada intinya kami siap mengamankan Natal dan Tahun baru,” ujar Kapolda.

Sementara itu Ketua Komisi III DPR RI usai pertemuan, mengatakan, persiapan Polda Sulut dan jajaran sudah cukup baik. Polda Sulut, lanjutnya, harus tetap bergandengan tangan dengan seluruh pihak terkait untuk cipta kondisi dalam rangka mengamankan Natal dan Tahun Baru.

Pihaknya juga menyarankan hendaknya Polda Sulut dan jajaran melakukan pengamanan tertutup, terutama di tempat-tempat ibadah. Pengamanan tertutup menurutnya bukan berarti longgar, tentunya pihak kepolisian pasti sudah memiliki SOP dalam pengamanan tertutup.

“Sementara pengamanan terbuka harus dilakukan, show of force, untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa negara hadir, polisi hadir dalam pengamanan secara terbuka, termasuk dengan semua peralatan yang diperlukan. Khusus di rumah-rumah ibadah, kami minta dilakukan pengamanan tertutup,” tutup Ketua Komisi III DPR RI.

(SulutAktual.com / Tirza Rompas)

iklan-andy.jpg iklan-andy.jpg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here