Erwin Kontu: Ini Cara Pemerintah Perangi Penyebaran Konten Hoaks

0
72
Erwin Kontu SH.

MANADO– Akses ke media sosial (Medsos) Facebook dan aplikasi dalam beberapa hari ini menjadi sulit. Hal ini diakibatkan oleh rangkaian kerusuhan pasca-pengumuman hasil rekapitulasi pemilihan presiden, Rabu (22/5/2019) di Ibukota negara, Jakarta, mulai merembet ke pengguna media sosial di seluruh Indonesia. Dan Pemerintah Indonesia akhirnya mengambil langkah tak populis dengan melakukan pembatasan akses informasi publik. Akses ke media sosial (Facebook, Instagram, Twitter) dan aplikasi instant messagging (WhatsApp), diblokir dan dibatasi sementara.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Manado Erwin Kontu SH. Menurutnya, langkah yang diambil pemerintah dengan melakukan pembatasan akses informasi publik. Akses ke media sosial (Facebook, Instagram, Twitter) dan aplikasi instant messagging (WhatsApp), adalah langkah preventif untuk membatasi penyebara berita atau konten hoaks  pasca kerusuhan pengumuman hasil rekapitulasi pemilihan presiden, Rabu 22/5/2019) lalu.

“Ini adalah langkah pemerintah untuk menekan penyebaran kontek/berita hoaks yang banyak beredar di medsos. Hal ini dilakukan agar kerusuhan di Jakarta tidak merembet sampai ke daerah karena pengaruh dari pemberitaan yang berkonten bohong,” kata Kontu kepada media ini saat dimintai tanggapannya soal kondisi tersebut diatas.

Menurutnya,  media sosial memang menjadi alat paling mudah untuk menyebarkan hoax, karena tinggal manggerakan ujung jari di hape masing-masing. Dan ditambah bumbu sana-sini, maka kabar hoaks yang mengaduk emosi bakal segera ‘dilahap’ oleh para pecintanya.

“Apalagi jika bentuknya tak cuma teks, namun ada foto dan video di dalamnya, meski foto video tersebut diambil dari peristiwa lain. Hal ini yang mendasari Kominfo untuk mengendalikan peredaran kabar hoaks lewat media sosial ini,” tutup Kontu.

(Tirsa Rompas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here