Pertama di Minut, Lomba Belah Duren di Desa Batu

0
24
Sekkab Minut Jemmy Kuhu didampingi Kadis Pariwisata Sandra Rotti mengikuti lomba belah durian, saat Festival Buah dan Budaya Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan, Sabtu (23/2/2019).
Sekkab Minut Jemmy Kuhu didampingi Kadis Pariwisata Sandra Rotti mengikuti lomba belah durian, saat Festival Buah dan Budaya Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan, Sabtu (23/2/2019).

MINUT–Lomba belah durian menjadi salah satu kegiatan menarik dan unik dilakukan saat pagelaran Festival Buah dan Budaya yang diselenggarakan di Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan, Minahasa Utara (Minut), Sabtu (23/2/2019).
Bahkan lomba belah duren kali ini menjadi tontonan menarik warga, karena diikuti sejumlah pejabat. Lebih menarik lagi, yang memenangkan perlombaan ini yakni Sekkab Minut Ir Jemmy Kuhu MA.
Dihadiri Kasub Direktorat Pembangunan Sumber Daya Alam Direktorat Jendral Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementrian PDT Sri Estiningsih SE, dalam sambutannya, berterima kasih kepada Pemkab Minut khususnya Pemdes Batu karena menunjukan keseriusan dalam membangun Kawasan Agro Wisata Buah Terpadu yang adalah bantuan stimulant dari Kementrian PDT.
“Pembangunan kawasan Agro Wisata Buah Terpadu ini terus kami monitor, meskipun sempat terjadi longsor akhir pembangunan tapi bisa diselesaikan tepat waktu. Ini adalah bantuan luar biasa yang dikelola BUMDESMas,” kata Estiningsih.
Sementara itu, Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan yang diwakili Sekkab Minut Ir Jemmy Kuhu MA mengatakan, terima kasih kepada pemerintah melalui Kemendes yang sudah membantu pembangunan kawasan ini.
“Desa Batu dan Werot ini merupakan penghasil macam-macam buah sehingga tepat untuk membangun fasilitas kawasan Agro Wisata Buah Terpadu. Saya berharap, kawasan ini dapat dijaga kesinambungannya hingga bisa bermanfaat mengangkat perekonomian rakyat. Apalagi dipadu dengan pentas budaya sehingga kearifan lokal dapat terpelihara. Kedepan kegiatan ini bukan saja dilaksanakan di Desa Batu, tetapi tingkat kabupaten. Karena Desa Batu satu-satunya di Minut yang memiliki Kawasan Agro Wisata Buah,” kata Kuhu.
Terpisah Hukum Tua Desa Batu Jerry Sampelan mengungkapkan, pembangunan ini untuk menopang potensi yang dikenal sebagai penghasil buah.
“Festival Buah atau sebelumnya disebut warga sebagai pengucapan, sudah menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap tahun. Untuk itu, kami berupaya melobi anggaran dari Kemendes, yang saat ini sudah dirasakan semua warga.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Minut dr Sandra Rotti MM mengungkapkan, akan terus mendukung semua program unggulan khususnya yang ada di Desa Batu. “Karena selain buah-buahan, Desa Batu memiliki budaya yang terus dipromosikan. Yakni Waruga dan musik biak,” tukasnya.
Turut hadir, Kepala Dinas Pariwisata Sulut Ferry Sangian, Pandam XIII Merdeka yang diwakili Aster Letkol Inf Nixon Purnama S.Th, Kepala Dinas Sosial PMD Bobby Nayoan SH, Asisten Direktur Pasca Sarjana Unsrat Prof Remy Mangindaan, Kepala Institut Seni dan Budaya Sulut Irjen Pol Purn Benny Mamoto, Ketua BPMW GMIM Maesa Pdt Sofly Maki MTh, serta undangan.

(Budi)

iklan-andy.jpg iklan-andy.jpg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here