Nusantara Sehat Selaras Program ODSK, Jangkau Masyarakat Pinggiran

0
361
(Duduk dari kanan) Kadis Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH, Kapusrengun SDMK Kemenkes RI dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS, Kabid Pendayagunaan SDMK Dalam Negeri Pusrengun SDMK dr Mawari Edy MEpid, bersama Tim Ekspedisi Nusantara Sehat Kepulauan Sangihe, usai closing meeting di Kantor Dinkes Sulut, Sabtu (15/12/2018).
MANADO-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberikan apresiasi terhadap Kementerian Kesehatan yang telah mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan primer. Melalui program Nusantara Sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH menekankan, kehadiran 150 tenaga Nusantara Sehat individual dan 63 tenaga kesehatan team based telah memperkuat upaya preventif di garda terdepan melalui pendidikan kesehatan, konseling, serta skrining.
“Itu juga mendukung program dari ODSK tentang pelayanan prima untuk semua kepulauan terluar atau pinggiran,” sebut Kalalo.
Pemprov Sulut pun meyakini, komposisi tenaga Nusantara Sehat seperti dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, farmasi, kesehatan lingkungan, gizi, Kesmas, maupun ATLM, adalah tenaga-tenaga kesehatan terbaik dari seluruh wilayah Indonesia.
“Sehingga pelayanan kesehatan berkualitas pasti bisa diperoleh oleh masyarakat yang begitu mengidam-idamkan kehadiran para tenaga kesehatan tersebut,” imbuhnya.
Kalalo menambahkan, Pemprov Sulut juga telah merancang program penugasan khusus agar program-program di pusat kesehatan masyarakat bisa dikelola secara optimal.
Sementara itu, Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS menyebut, program Nusantara Sehat bertujuan menguatkan layanan kesehatan primer melalui peningkatan  akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) dan daerah bermasalah kesehatan (DBK).
Program ini bertujuan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakan pemberdayaan masyarakat, dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, serta meningkatkan retensi tenaga kesehatan yang bertugas di DTPK.
“Fokusnya tidak hanya pada kegiatan kuratif tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat (public health) dari daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan Nawa Cita,” imbuhnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here