RSUP Kandou Rancang Upaya Penurunan AKI dan AKB Hingga Tahun 2024

0
198
MANADO-RSUP Prof Kandou memberi perhatian khusus terhadap target pencapaian penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sebagai program prioritas nasional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD mengatakan, di tahun 2024 nanti Angka Kematian Ibu (AKI) ditargetkan 183 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) hanya 16 dari 1.000 kelahiran.
“Saat ini kita bergerak pada posisi yang cukup menantang. Yaitu AKI 305 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup,” ujar Dirut Panelewen, saat membuka seminar online ‘Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di Masa Pandemi Covid-19’, Selasa (10/11/2020).
Dirut Panelewen meyakinkan, RSUP Prof Kandou mendukung program prioritas nasional ini sesuai Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI yang ditandatangani Sekjen Kemenkes RI.
Dengan mengacu dua hal utama.
Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan yang mendukung kesehatan ibu dan bayi. Dan kedua, semua RS mempunyai komitmen agar siap dan kemudian menandatangani surat pernyataan terkait upaya melaksanakan kegiatan yang menurunkan AKI dan AKB.
Lanjut Dirut Panelewen, peningkatan kualitas pelayanan diwujudkan melalui beberapa poin.
Pertama, pelayanan obstetri dan neonatal emergency komprehensif (PONEK) yang siap selama 24 jam dalam tujuh hari.
Kedua, penerapan RS sayang ibu dan bayi dengan melaksanakan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui, pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) sebagai media promosi kesehatan dan pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan dan konseling keluarga berencana, serta pelaksanaan kelas ibu di RS.
Ketiga, memberikan pendampingan klinis dan manajemen serta penguatan jejaring rujukan kepada RS dengan kelas dibawahnya maupun FKTP di wilayahnya.
Keempat, melakukan audit medik kematian dan melaporkan semua kematian ibu, lahir mati, serta bayi baru lahir.
Kelima, menggunakan aplikasi maternal perinatal death notification (MPDN) yang dapat diakses lewat website MDN Kemenkes.
Keenam, meningkatkan program pencegahan penularan HIV dan Hepatitis B dari ibu ke anak.
Seminar ini menghadirkan empat pembicara utama. Yaitu, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Dr Kirana Pritasari MQIH, Direktur SDM Pendidikan dan Umum RSUP Prof Kandou Dr dr Ivonne E Rotty MKes, Fungsional KSM Obsgyn dr Joice Sondakh SpOG(K), dan Kepala Bagian KSM Anak Dr dr Rocky Willar SpA(K).
Turut diikuti Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI dr Erna Mulati, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr Debie Kalalo MSc PH, Ketua Dewan Pengawas RSUP Prof Kandou dr Hendrik Manueke, pejabat dan staf RSUP Prof Kandou, serta peserta yang adalah pimpinan RS dan dokter spesialis dari Provinsi Sulut, Maluku, dan Gorontalo.
(vhp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here