Gelombang Pasang Minta Tumbal Puluhan Rumah di Kampung Kalama Rusak Berat

0
739
Salah satu rumah warga di Kampung Kalama Kecamatan Tatoareng yang rusak berat akibat terjangan gelombang pasang.

TAHUNA-  Cuaca ekstrim berupa angin kencang disertai gelombang di kabupaten Sangihe yang terjadi kurang lebih 3 hari terakhir mulai meminta tumbal. Seperti halnya yang terjadi di Kampung Kalama Kecamatan Tatoareng. Dimana terjangan gelombang pasang memporak-porandakan permukiman warga sehingga berimbas puluhan rumah mengalami kerusakan berat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Rivo Pudihang ketika dihubungi, Senin (19/10/2020) membenarkan kejadian yang terjadi minggu, (18/10/20) kemarin.

“Gelombang pasang yang menghantam puluhan rumah warga dan fasilitas umum. Bencana yang terjadi di Kampung Kalama karena gelombang pasang pada hari Minggu (18/10/20),” ungkap Pudihang.

Lanjut dia, dari laporan yang didapatkan, memang telah terjadi bencana gelombang pasang setinggi 4 meter sehingga merusak pemukiman di Kampung Kalama Soa. Akibat hantaman gelombang pasang tersebut, mengakibatkan puluhan rumah warga, fasilitas umum rusak berat dan ringan serta sejumlah warga mengungsi.

“Adapun korban terdampak, yakni 10 unit rumah warga yang rusak berat, 1 unit rumah rusak ringan dan 1 fasilitas umum berupa gereja rusak berat serta 11 Kepala Keluarga (KK) mengungsi, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” jelas Pudihang lagi.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparat setempat untuk penanganan korban.

“Sebagai langkah awal penanganan, kami telah berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan assesment baik jumlah korban maupun kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan seperti bahan makan dan kebutuhan lainnya,” tuturnya, sembari menjelaskan jika terlambatnya bantuan, dikarenakan pihaknya masih terkendala cuaca dalam menyalurkan bantuan karna letak geografis.

“Saat ini bantuan belum bisa disalurkan mengingat cuaca yang masih belum memungkinkan karna lokasi bencana berada di kepulauan. Jika cuaca sudah memungkinkan maka kami akan langsung mengujungi lokasi bencana sekaligus membawa bantuan yang dibutuhkan oleh para korban,” imbuh Pudihang sambil mewarnning seluruh masyarakat nekayan untuk sementara jangan dulu beraktifitas hingga cuaca benar-benar membaik.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here