10 September Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Masyarakat Diajak Selamatkan Nyawa Orang Lain

0
360
MANADO-Rangkaian Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia pada hari ini, Kamis (10/9/2020), Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Sulawesi Utara telah menggelar Webinar bertajuk ‘Working Together To Prevent Suicide’. Dibuka oleh Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Dr Indria Laksmi Gamawanti MSi Psikolog.
Digelar pada Rabu (9/9/2020), Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Sulut Hanna Monareh MPsi Psikolog mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mengajak semua elemen masyarakat agar bekerja sama dalam upaya pencegahan bunuh diri.
“Mari kita lebih peka dengan orang-orang di sekitar kita. Perilaku bunuh diri dapat dideteksi, dan tugas kita semua bergerak cepat sehingga dapat membantu menyelamatkan satu nyawa,” ujar Hanna.
FB_IMG_1599702463556
Narasumber Nael Sumampouw MPsi MSc Psikolog juga merinci pendekatan psikologi dalam pencegahan bunuh diri. “Yaitu Look & Reach atau amati dan jangkau, Listen dengan menjadi pendengar dan memperhatikan nilai resiko dari perilaku yang ada,” ujar psikolog Kandidat PhD of Maastricht University Belanda tersebut.
Narasumber Stanley Karouw sebagai ahli keamanan siber berbagi mengenai fasilitasi internet yaitu cybercrime di dunia maya.
“Individu yang menjadi korban dapat berpotensi melakukan bunuh diri. Karena itu, gunakan internet dengan positif,” ucap Dosen Prodi Informatika sekaligus Koordinator IDK / Lab TIK dan Keamanan Siber Fakultas Teknik Elektro Unsrat ini.
Dosen Kepala Perpustakaan IPDN Kampus Sulawesi Utara sekaligus Influencer Marketing, Piet Pusung mengatakan bahwa dalam menggunakan media khusus upaya pencegahan bunuh diri, lebih juga harus memperhatikan unsur psikologis.
Contohnya, diharapkan tidak memposting foto, alamat kejadian. Berempati pada korban dan keluarga. “Peran influencer sangat penting memberikan pengaruh pada cara masyarakat merespon,” tandasnya.
FB_IMG_1599702467466
Hanna menambahkan, kegiatan lewat media zoom meeting dibuka gratis untuk umum. “Di luar ekspektasi kami panitia, sebanyak 289 peserta yang mendaftar dalam waktu dua hari pendaftaran,” tutur Hanna.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada para undangan yang berkenan hadir. Baik itu dari instansi pemerintah, perwakilan pengurus Bhayangkari Polda, perwakilan dosen Kampus Unsrat, IPDN, IAKN, IAIN, UKIT, para mahasiswa, siswa, LSM dan masyarakat. “Peserta juga bukan hanya dari Manado, tapi dari luar daerah seperti Surabaya, Jakarta, NTB, dan lain-lain.
(vhp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here