Kongkalikong Komisi 1 DPRD Manado dengan Pemilik Gedung eks RM Dego-Dego

Pelanggar Aturan Malah Dikasih Angin

0
1368
Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi 1 DPRD Manado.

MANADO– Polemik berkepanjangan pembangunan gedung eks RM Dego-Dego kian berlanjut. Meski sempat dikeroyok oleh 3 Komisi di DPRD Manado,  namun para wakil rakyat ini terkesan enggan menindak pemilik Bangunan eks RM Dego-Dego yang jelas-jelas sudah melanggar aturan dengan membangun tanpa mengantongi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Keanehan mulai terlihat saat persoalan ini kembali mencuat di awal Juni 2020 lalu. Komisi 3 DPRD Manado yang awalnya menghandle masalah ini, merespon keluhan para tetangga dengan melakukan Turlap (Turun Lapangan) di lokasi pembangunan yang beralamat di Jalan Wakeke No 11, Kelurahan Wenang Utara.

Hasil Turlap, merekomendasikan dengan akan digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP/Hearing), antara DPRD Manado,  Pemilik  gedung eks RM Dego-Dego, dan Para tetangga sebagai pihak yang keberatan dengan kelanjutan pembangunan yang dilakukan.

Hearing/RDP pun digelar. Dalam Hearing yang digelar Komisi 2 yang dipimpin Ketua Komisi 2 DPRD Manado, Arthur Rahasia, pada 23 Juni 2020 lalu, merekomendasikan akan dilakukan Turlap untuk kedua kalinya, yang saat itu dihadiri pula oleh Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Camat Wenang, pemilik gedung dan para tetangga.

Arthur Rahasia yang memimpin Turlap tersebut pun kembali memberi rekomendasi agar masalah ini diselesaikan secara mediasi, dan menugaskan Camat Wenang, Deasy Kalalo untuk memediasi kedua belah pihak untuk mencari kata sepakat, dan diberi waktu 2 minggu untuk menyelesaikan mediasi ini.

Keanehan pun kian berlanjut. Belum adanya laporan hasil mediasi dari Camat Wenang sesuai hasil Hearing dan Turlap yang digelar Komisi 2, secara diam-diam Komisi 1 DPRD Manado mengambil alih dan menggelar hearing/RDP terkait persoalan tersebut. Dan lucunya, Komisi I hanya mengundang pihak pemilik bangunan eks RM Dego-Dego, tanpa mengundang pihak tetangga yang merupakan pihak yang berkeberatan.

Hearing yang berjalan terkesan berat sebelah, tanpa kehadiran pihak tetangga, hasilnya tentu sudah bisa ditebak. Ketua Komisi 1 Benny Parasan, yang memimpin jalannya rapat ini memutuskan dan memerintahkan Lurah Wenang Utara, Greyti Kawilarang untuk menandatangani dan menerbitkan surat rekomendasi agar pemilik gedung eks RM Dego-Dego, bisa mengurus surat IMB, sebagai persyaratan melakukan pembangunan.

Aroma Kongkalikong pun merebak di ruang Komisi 1 DPRD Manado. Meski hanya dihadiri oleh 4 anggota Komisi 1 DPRD Manado, yaki Benny Parasan, Vanda Pinontoan, Robert Tambuwun dan Meikel Maringka, namun rekomendasi yang dikeluarkan terlihat memaksa agar Lurah Wenang Utara segera menyelesaikan persoalan ini dan sesegera mungkin menandatangani surat rekomendasi meski tanpa persetujuan para tetangga.

Aneh, miris, dan lucu. Para wakil rakyat ini mempertontonkan drama  politik kepentingan yang tak jelas apa maunya. Mengapa tidak? Pemilik Gedung eks RM Dego-Dego yang jelas-jelas telah melabrak aturan karena membangun tanpa mengantongi surat IMB, malahan “diberi angin” agar bisa melanjutkan pembangunannya. Para wakil rakyat ini seakan-akan menutup mata terhadap Peraturan Pemerintah (PP) No 36 Pasal 115 ayat [1] yang berbunyi; “Pemilik bangunan gedung yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan gedung dikenakan sanksi perintah pembongkaran”.

Pada peraturan Daerah Kota Manado pun diatur tentang hal tersebut. Mengacuh pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Manado No 6 tahun 2012, pada pasal 14, point 6 berbunyi; Permohonan IMB di tolak apabila pekerjaan mendirikan
bangunan yang direncanakan bertentangan dengan:
a. peraturan perundang-undang yang berlaku;
b. kepentingan umum;
c. ketertiban umum;
d. kelestarian, keserasian dan keseimbangan lingkungan;
e. RTRW,RDTRK, dan RTRK serta RTBL; dan
f. hak pihak ke 3 (tiga).

Miriiissss…..

(Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here