Gerakan RSUP Kandou Topang PMI, Peringati Hari Donor Darah Sedunia

0
142
Petugas mengambil darah pendonor saat layanan mobile di lobby Kantor Pusat RSUP Kandou.
MANADO-Gerakan donor darah RSUP Prof Kandou diharapkan menopang Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menyediakan stok darah di Sulawesi Utara.
Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD melalui Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan mengatakan, program donor darah mulai Senin-Jumat (22-26/6) nanti, menjadi keikutsertaan RSUP Kandou memperingati Hari Donor Darah Sedunia.
Bertajuk ‘Dengan Mendonorkan Darah Dunia Menjadi Sehat’, kata Panjaitan, gerakan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menolong sesama yang membutuhkan. “RSUP Kandou menginisiasi dimulai dari lingkungan kita sendiri,” ucap Panjaitan, di sela memantau aksi donor darah di lobby Kantor Pusat RSUP Kandou.
Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan ikut dalam aksi tersebut.
Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan ikut dalam aksi tersebut.
Ditambahkan Kepala Unit Tranfusi Darah RSUP Kandou dr Nella Mandey SpPK, walau ditengah pandemi Covid-19 darah masih tetap aman ditransfusikan. “Karena itu, masyarakat dihimbau tidak panik atau takut saat menjadi pendonor maupun penerima donor (resipien),” kata Mandey.
Lanjutnya, aksi donor darah juga telah dilakukan tim UTDRS di sejumlah lokasi. Baik itu di Jalan Balai Kota maupun di sejumlah gereja. “Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” tandas Mandey.
Beberapa persyaratan umum menjadi pendonor yaitu, dalam keadaan sehat dan cukup tidur, usia 17-60 tahun (jika di atas 60 tahun sebaiknya pertimbangan dokter).
Suhu tubuh normal, nadi 60-100 kali/menit, tekanan darah sistolik 100-160 mmHg dan diastolik 60-100 mmHg, serta kadar Hb 12,5-17 g/dL.
(vhp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here