Apresiasi Tindakan Pemkot, Warga Sekitar Eks RM Dego-Dego Buka Peluang Mediasi

0
107
Kabid Pengawasan DPM-PTSP Manado Lucky Kuhu yang didampingi Lurah Wenang Utara Greyti Kawilarang saat mengantarkan surat perintah penghentian kegiatan pembangunan.

MANADO– Langkah yang diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, melalui Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota dengan mengeluarkan surat teguran penghentian kegiatan pembangunan terhadap bangunan eks RM Dego-Dego, yang terletak di Jalan Wakeke no 15, Kelurahan Wenang Utara, mendapatkan apresiasi dari warga sekitar.

Namun, warga sekitar bangunan eks RM Dego-Dego, masing-masing, Yudi Sompotan (tetangga samping kiri), Elnike Mowilos (tetangga samping kanan) dan Christin Nancy Howan (belakang), tetap meminta kejelasan terkait langkah selanjutnya yang akan diambil Pemkot Manado, setelah kegiatan pekerjaan bangunan tersebut dihentikan oleh DPM-PTSP, 11 Juni 2020 lalu.

” Kami mengapresiasi tindakan penghentian aktivitas pembangunan yang dilakukan Pemkot Manado. Namun, kami masih menunggu tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya,” ucap Yudi Sompotan mewakili para tetangga yang lain.

Menurutnya, langkah yang diambil Pemkot Manado saat ini merupakan langkah mundur, sebab peringatan pemberhentian aktivitas juga telah dilakukan waktu tahun 2017 lalu, sesuai dengan rekomendasi yang diberikan Komisi C usai hearing, yang juga dihadiri oleh pemilik gedung dan pihak-pihak terkait saat itu.

Pembangunan gedung eks RM Dego-Dego yang bermasalah dan diduga belum mengantongi IMB.
Pembangunan gedung eks RM Dego-Dego yang bermasalah dan diduga belum mengantongi IMB.

“Seharusnya, Pemkot Manado mengambil tindakan selanjutnya, sebab penghentian aktivitas pembangunan juga telah dilakukan waktu tahun 2017 lalu, namun nyatanya pada Mei 2020 lalu, aktivitas pembangunan di bangunan tersebut kembali dilakukan, walaupun belum memiliki IMB,” harap Yudi.

Namun meski demikian, lanjut Yudi, kami dari pihak tetangga masih membuka diri untuk bermediasi dengan pemilik bangunan eks RM Dego-Dego.

“Pada dasarnya kami tidak ingin menghalang-halangi aktivitas pembangunan pada bangunan tersebut. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu disepakati bersama oleh pihak pemilik bangunan dan para tetangga, diantaranya menyangkut tata letak bangunan dan keselamatan dari warga sekitar,” jelasnya.

Sementara, Elnike Mowilos (tetangga samping kanan) mengungkapkan kekhawatirannya jika aktivitas pekerjaan di gedung eks RM Dego-Dego terus dilanjutkan tanpa ada kesepakatan/ijin dari para tetangga.

“Waktu kejadian kebakaran (Eks RM-Dego-Dego) 2017 lalu, rumah saya juga ikut terbakar dan kerusakannya sangat parah juga mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Saya masih trauma dan tak ingin kejadian seperti itu terjadi lagi,” ungkap Ibu Elnike.

Keberatan terhadap tata letak bangunan Eks RM Dego-Dego juga disampaikan Nancy Howan yang rumahnya tepat di bagian belakang bangunan. Hal ini disebutnya perlu diperhatikan karena menyangkut keselamatan dirinya dan keluarga.

Berharap agar ada tindakan lebih lanjut dari Pemkot Manado, Surat keberatan pun telah dilayangkan mereka, baik ke pihak Pemkot Manado dan DPRD Kota Manado pada 8 Juni 2020 lalu.

“Kami telah membawa surat keberatan baik ke Pemkot Manado maupun ke DPRD Kota Manado. Pemkot sudah mengambil tindakan pemberhentian kegiatan namun kami menunggu upaya selanjutnya dari Pemkot. Begitu juga dengan DPRD Manado, kami menunggu tindaklanjutnya, apakah akan ada hearing lagi atau seperti apa,” imbuh Yudi.

Diketahui, upaya mediasi pernah dilakukan oleh pihak Pemerintah Kelurahan Wenang Utara namun belum adanya kata sepakat dari kedua belah pihak.

” Saya akan coba kembali untuk memediasi kedua belah pihak. Saya berharap di mediasi selanjutnya nanti bisa ada kata sepakat, sehingga persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Lurah Wenang Utara, Gretty Kawilarang saat dikonfirmasi via telepon selular.

(Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here