SGTP2C19 Sangihe Lemah, Pasien Positif C19 ‘Dilepas’ Dari RSUD Liung Kendage Tahuna

0
4260
Juru bicara STGP2C19 Kabupaten Sangihe Jopy Thungari

TAHUNA– Ketegasan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 (STGP2C19) dalam tugas dan tanggungjawabnya, akhir-akhir ini mulai kendor. Kenapa tidak, pasien positif 03 asal Kecamatan Tabukan Tengah, akhir pekan lalu ‘dilepas’, atau dikeluarkan oleh pihak keluarga dan pemerintah kampung dimana pasien tersebut berdomisili.

“Dengan demikian bahwa STGP2C19 Kabupaten Sangihe tidak tegas. Dan justru sebaliknya membahayakan masyarakat Sangihe pada umumnya dan masyarakat terdekat di Kampung pasien postif 03 berdomisili”, ungkap sejumlah warga.

Demikian juga warga mempertanyakan keberadaan 4 orang reaktif kontak erat dengan pasien positif 04 asal salah satu kampung di Kecamatan Manganitu.

“Hasil rapid test 4 orang kontak erat pasien 04 nyatanya reaktif tapi kenapa ke empat orang tersebut justru tidak dijemput untuk isolasi ditempat khusus melainkan hanya di isolasi di rumah singgah di kampung domisili pasien positif 04”, jelas mereka dengan rada tanya.

Terpisah, Juru Bicara STGP2C19 Kabupaten Sangihe Jopy Thungari ketika dihubungi tidak membantah terkait ‘dipulangkannya’ pasien 03 dari RSUD Liung Kendage Tahuna.

“Benar pasien positif 03 telah dikeluarkan dari RSUD Liung Kendage. Namun bukan berarti bebas beraktifitas, tetapi akan diisolasi di kampung ia berdomisili dengan pengawasan ketat dari STGP2C19 Kabupaten, Kecamatan dan Kampung. Sebab pasien tersebut dalam kondisi hamil dan butuh ketenangan. Selain itu pasien 03 tersebut juga dalam kondisi tubuh yang sehat”, ujar Thungari.

Terkait 4 orang reaktif kontak erat pasien 04 lanjut Thungari, keempatnya juga diisolasi di kampung domisili pasien 04.

“Untuk gedung khusus isolasi pasien reaktif saat ini masih sementara penyelesaian di gedung sekolah SMP Negeri 4 Tahuna. Keempat orang reaktif tersebut juga dalam pengawasan dan pemantauan ketat STGP2C19 Kabupaten, Kecamatan dan Kampung. Saya juga Minggu (14/06/2020) turun memantau langsung keberadaan 4 pasien reaktif tersebut di rumah isolasi dimaksud”, imbuh Thungari.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here