Direksi RSUP Kandou Jamin Insentif Bulanan Seluruh Karyawan

0
610
Dirut RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD (kedua kanan) didampingi Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum Dr dr Ivonne E Rotty MKes (kedua kiri), Direktur Perencanan, Keuangan, dan BMN Dewi Anggraeni SE MM (paling kiri), serta Direktur Medik, Keperawatan, dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan (paling kanan).
MANADO-Direksi RSUP Prof Kandou tetap menjamin kesejahteraan karyawan dalam penanganan Covid-19. Baik itu tenaga medis, tenaga kesehatan lain, maupun tim ambulans.
Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD melalui Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum Dr dr Ivonne Eizabeth Rotty MKes menjelaskan bahwa selama ini karyawan RSUP Prof Kandou mendapat insentif bulanan atau remunerasi.
Khusus tim yang masuk dalam penanganan pasien Covid-19, kata dr Ivonne, mendapat insentif tambahan yang besarannya berdasarkan kriteria. Yaitu risiko tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah. “Jadi tidak benar bahwa karyawan RSUP Prof Kandou tidak mendapat insentif,” sebut dr Ivonne didampingi Kabag¬†Organisasi dan Umum John R Tuwaidan ST MSi serta Kasubag Hukum, Organisasi dan Humas Novita SH, Jumat (22/5/2020).
Ditambahkannya, Direksi RSUP Prof Kandou telah memperjuangkan supaya tim ambulans masuk sebagai penerima insentif seperti tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020. “Namun saat direksi berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan jajarannya, usulan tersebut ditolak. Sehingga yang mendapat insentif dari pemerintah pusat tetap berdasarkan Kepmenkes tersebut,” pungkas dr Ivonne.
Diketahui, jenis tenaga kesehatan yang mendapatkan insentif dan santunan kematian adalah dokter spesialis, dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya.
Dalam Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, tenaga kesehatan yang menerima adalah mereka yang bekerja di tujuh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).
Di antaranya, rumah sakit yang khusus menangani Covid-19 seperti Rumah Sakit Khusus Penyakit Infeksi (RSPI) Prof dr Sulianti Saroso, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Rumah Sakit Wisma Atlet, dan Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang.
Kemudian, rumah sakit milik Pemerintah Pusat termasuk rumah sakit milik TNI/POLRI atau pemerintah daerah, serta rumah sakit milik swasta yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat atau pemerintah daerah, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP).
Kemudian, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Puskesmas, juga Laboratorium yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
(vhp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here