Atasi Baby Boom Selagi Stay at Home

0
113
Kepala BKKBN RI dr Hasto Wardoyo SpOG(K) (kanan) memaparkan arahan terkait pencegahan Baby Boom di masa pandemi Covid-19. Foto kiri, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg saat menyampaikan kalimat pembuka.
MANADO-Adanya anjuran pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona berupa stay at home dan melakukan physical distancing, berpengaruh juga terhadap setiap pasangan usia subur (PUS) yang ingin ber-KB untuk mengakses layanan KB dan petugas medis/klinik yang akan melakukan pelayanan KB tersebut.
Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam virtual meeting webinar bertajuk ‘Cegah Putus Pakai Pemakaian Kontrasepsi untuk Mengantisipasi Baby Boom Selama Masa Pandemi Covid-19’. Kegiatan yang digagas Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut tersebut digelar Kamis (28/5) lalu.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg menganalisa bahwa intensitas kebersamaan suami istri ketika stay at home itu pasti akan lebih sering, sehingga sangat berpengaruh nantinya terhadap terjadinya kehamilan karena tidak atau belum sempat menggunakan alat obat kontrasepsi.
Diprediksi nantinya, kata Tandaju, jika hal ini tidak segera diantisipasi akan banyak terjadi kelahiran (baby boom). Di satu sisi, ada banyak risiko yang akan dialami seseorang jika hamil di masa pandemi Covid-19 ini. “Daya tahan tubuh biasanya menurun disebabkan karena terjadi mua dan muntah sehingga lebih mudah terjadi infeksi, perdarahan, atau keguguran,” ujar Tandaju.
Akibatnya, akan lebih lambat untuk mendapatkan layanan karena keterbatasan akses. Dan sangat berpengaruh atau mengancam terhadap keselamatan janin dan ibu itu sendiri. Dikhawatirkan nantinya akan berkontribusi terhadap meningkatnya stunting, Angka Kematian lbu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKB).
“Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, diperlukan berbagai strategi dan inovasi dalam rangka mencegah putus pakai pemakaian kontrasepsi untuk mengantisipasi Baby Boom. Agar pelayanan KB tetap optimal walaupun di masa pandemi Covid-19 ini, khususnya di Provinsi Sulut dan Nasional pada umumnya,” pungkasnya.
Virtual Meeting Webinar ini menghadirkan narasumber utama yaitu Kepala BKKBN RI dr Hasto Wardoyo SpOG(K). Ikut serta, Dinas Kesehatan Sulut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sulut, Jajaran OPD KB Kabupaten/kota se-Sulut, TP PKK Sulut, IBI provinsi dan kabupaten/kota, Kodam XIII/Merdeka, Lantamal VIII, Lanud Sam Ratulangi, Polda Sulut, Jalasenastri, Bhayangkari, PIA Ardhya Garini, Persit Kartika Chandra Kirana Sulut, serta jajaran Perwakilan BKKBN Sulut.
(vhp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here