Ahli Waris Pulau Lihaga Tuntut Keadilan

Buntut Kunjungan Gubernur dan Ketua DPRD Sulut di Pulau Lihaga

0
115
Karel Takumansang saat diamankan di Polres Minut, Sabtu (8/5/2020).

MINUT— Kekecewaan Keluarga Takumansang, yakni Karel Takumansang, Christovel Takumansang, Lorens Johan Takumansang dan sejumlah keluarga yang merupakan ahli waris kepemilikan lahan Pulau Lihaga terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) Andrei Angouw diungkapkan di Polres Minut, Sabtu (9/5/2020).

Mereka Kecewa mendengar perkataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) Andrei Angouw saat berkunjung dan bermain jet ski bersama Gubernur Olly Dondokambey di Pulau Lihaga, Kamis (7/5/2020) lalu, yang menyebabkan keluarga Takumansang mengamuk.

“Kami ahli waris dari 9 kakak beradik pemilik Pulau Lihaga, sejak ada pembayaran 2006 lalu, kami 4 ahli waris dari kakak beradik tidak menerima uang sama sekali. Sejak adanya pembayaran hingga dibuatnya sertifikat kepemilikan kami sudah berupaya menyurat hingga menggugat di pengadilan bahkan sampai MA,” ujar mereka.

Dikatakan Karel, dirinya merasa kecewa, karena belum lama ini dia bersama sanak saudara sebagai ahli waris telah menyurat kepada Hukum Tua Gangga Satu Moses Corneles, namun saat Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw pergi ke Pulau Lihaga, sempat membicarakan kepemilikan pulau tersebut.

“Saya merasa tersinggung, mengapa harus dibicarakan sampai kepada gubernur. Dan seakan lahan ini tidak bermasalah, padahal kami sebagai ahli waris terus menuntut keadilan dan hak kepemilikan Pulau Lihaga,” ujarnya.

Dibeberkan Karel, awalnya dirinya hanya mengetahui Forkopimda Sulut akan membawa bantuan Covid – 19 di daerah pesisir, ternyata hanya bermain jet ski di Lihaga sekaligus membicarakan kepemilikan lahan tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, karena merasa kecewa dan hak kami belum diberikan, kami mencari keadilan.

“Ini tanah kami, mengapa sudah dibuat bangunan tanpa persetujuan. Ini sudah kedua kalinya saya dengan sanak saudara merusak bangunan di Pulau Lihaga. Karena dibangun di lahan milik kami,” tukasnya.

Terpisah, Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKP Kadek Dwi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penangkapan kepada Karel Takumansang karena telah melakukan pengrusakan bangunan di Pulau Lihaga.

“Kami hanya menangani kasus pengrusakan yang dilakukan oleh pensiunan anggota Polri ini. Untuk kepemilikan saat ini bukan ranah kami, karena tidak ada laporan,” jelasnya. Sembari menambahkan, kasus ini akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here