Bilik Desinfektan Pemprov Sulut Tanpa Alkohol dan Klorin, Tetap Efektif Basmi Covid-19

0
184
Asisten I Pemprov Sulut Edison Humiang didampingi Karo Umum Clay June Dondokambey, perwakilan BTKL-PPM Ronald Wenas, Kabid Trantib Satpol PP Valentino Sinaga, unsur Dinas Kesehatan, dan aparat kepolisian saat mendistribusikan bilik desinfektan di sejumlah pasar di Kota Manado, Selasa (31/3/2020).
MANADO-Bilik desinfektan yang dibuat Pemprov Sulut untuk ditempatkan ke pasar-pasar tidak menggunakan alkohol dan klorin.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, bilik desinfektan tersebut merupakan salah satu strategi Pemprov agar masyarakat dapat terhindar dari Covid-19.
“Wali Kota Surabaya menginformasikan bahwa penggunaan bilik sterilisasi dapat mengurangi kasus Covid-19. Yang penting disalurkan resmi oleh pemerintah,” sebut Dondokambey.
Karo Umum Setdaprov Sulut Clay Dondokambey mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular supaya aman digunakan bagi masyarakat.
Penggunaan bahan Hidrogen Peroksida (H2O2) pada bilik desinfektan, katanya, telah mempertimbangkan sejumlah hal.
Pertama, dalam kadar rendah, H202 dipakai juga pada sediaan farmasi seperti obat tetes telinga 3%, obat jerawat, dan obat sariawan.
Kedua, standar WHO untuk hand sanitizer dengan kandungan H202 0,19%.
Ketiga, lapisan kulit tangan lebih tebal dari kulit bagian tubuh yang lain, tapi lapisan kulit pada sela jari-jari tangan justru lebih tipis dari lapisan kulit lainnya. Maka hand sanitizer dengan kandungan 0,1% H202 (standar WHO), kecil kemungkinan mengiritasi lapisan kulit yang tipis.
Keempat, dalam tubuh kita ada enzim katalase yang mampu menguraikan H202 yang masuk dalam jaringan tubuh yang rusak, menjadi H20 (air) dan 02 (oksigen). Ini prinsip yang dipakai dalam pencucian luka dengan H202.
Kelima, pada jurnal terbaru tentang Covid, H202 0,1% sudah efektif terhadap Covid.
Keenam, persentasi H202 dengan kadar 0,1% sangatlah kecil dan dapat ditolerir oleh kulit, sebagaimana pada sediaan-sediaan farmasi lainnya.
“Disarankan tetap hindari jangan sampai kena mata dan terhirup. Karena itu, SOP-nya harus tutup mata dan mulut serta menahan nafas beberapa detik selama penyemprotan,” pungkas Dondokambey.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here