Diteror Bertubi-tubi, Penyebar Daftar Kontak Erat Risiko Tinggi Covid-19 DPRD Sulut Diminta Dilacak

0
467
MANADO-Sebuah daftar nama pejabat dan staf Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara lengkap dengan data dirinya beredar luas di media sosial hingga grup Whatsapp, Rabu (25/3).
Munculnya masalah ini jelas sangat meresahkan. Sejumlah nama yang tertera didaftar itu bahkan mengaku dihubungi oleh orang-orang yang tidak dikenal. Dan rata-rata komunikasi mengarah pada intimidasi. Bahkan dengan paksa meminta penjelasan alamat rumah secara rinci.
“Betul kamu ini yang ada di daftar ikut kegiatan kunjungan kerja DPRD Sumut. Di sebelah mana rumahmu. Pertanyaan disampaikan detail dan memaksa,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sumber mengakui, hal ini sangat mengganggu. “Bukan hanya soal privacy tetapi lebih kepada ketidaknyamanan,” ujarnya sembari berharap agar yang mengedarkan list tersebut dilacak karena sudah sengaja mengedarkan dokumen yang harusnya bukan untuk konsumsi publik.
Hal yang sama juga dialami salah satu Kepala Sub Bagian DPRD Sulut, yang dari pagi sampai malam tak hentinya orang mengonfirmasi. Sehingga dia memutuskan untuk mematikan telepon genggam. “Lebih baik mematikan telephone daripada harus melayani orang-orang yang tidak dikenal,” sebut pejabat ini.
Kepala Bagian Umum Jhon Paerunan saat dikonfirmasi mengaku sangat kaget karena info listing nama-nama itu begitu cepat menyebar.
“Sebenarnya itu untuk kepentingan Satgas Covid-19 guna pemeriksaan apakah akibat kunjungan DPRD Sumut itu berdampak terhadap kesehatan kita. Nah itu kan harus dibuktikan secara medis. Jadi bukan berarti langsung mengklaim bahwa kita semua ini sudah kena Covid-19,” ujarnya menyesalkan.
Diketahui, listing yang harusnya dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan kasus Covid-19 oleh Satgas Covid-19 Sulut, justru menjadi konsumsi publik.
Menariknya, info diperoleh bahwa daftar tersebut diduga diedarkan oleh internal di Sekretariat DPRD maupun salah satu Tenaga Harian Lepas (THL) yang ada di lingkup Pemprov Sulut. “Pelaku penyebar list itu harus bertanggung jawab. Saat ini kita sedang melacaknya,” ujar Paerunan.
Dia berharap, masyarakat tidak serta merta menjustifikasi. Karena terlalu dini menyatakan seseorang terjangkit Covid-19 tanpa ada hasil pemeriksaan medis.
Diketahui, daftar nama tersebut dipetakan untuk mengetahui detail interaksi yang dilakukan staf DPRD Sulut dengan anggota DPRD Sumut saat melakukan kunjungan kerja pada 12 Maret 2020 lalu. Usai kunjungan kerja tersebut, Aulia Agsa yang adalah anggota DPRD Sumut dinyatakan positif Covid-19.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here