Pejabat-Staf Pemprov dan DPRD Sulut Wajib Karantina Rumah, Riwayat Kontak Erat Pasien Positif Covid-19

0
1058
Sesi konferensi pers terkait perkembangan Covid-19 hingga Rabu (25/3) dipimpin Jubir Satgas dr Steaven Dandel MPH.
MANADO-Satgas Covid-19 Sulawesi Utara memastikan sejumlah pejabat dan staf di Pemprov Sulut maupun DPRD Sulut wajib karantina rumah sesuai pedoman kontak erat risiko tinggi, setelah Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Gerindra, Aulia Agsa, terkonfirmasi positif virus corona.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH membenarkan hal tersebut saat konferensi pers pada Rabu (25/3). “Mereka secara volunteerĀ langsung menyatakan ada kontak erat dengan pasien tersebut, karena yang bersangkutan ada riwayat kunjungan kerja bersama rombongan DPRD Sumut ke Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Dandel.
Dalam definisi operasional kontak erat risiko tinggi, terang Dandel, adalah mereka yang berada radius satu meter dari pasien yang terkonfirmasi positif. Baik itu bercakap, bersentuhan, atau berpapasan dengan yang bersangkutan.
Dandel mengakui, pejabat dan staf di DPRD Sulut terdata sekira 20-an orang. Sementara untuk lingkup Pemprov Sulut masih diperbarui data sesuai definisi operasional kontak erat risiko tinggi. “BagiĀ mereka sudah disosialisasikan agar isolasi rumah,” ucap Dandel.
Langkah selanjutnya, sebut Dandel, mereka akan dilakukan pemeriksaan pada pekan ini guna mengetahui apakah terjangkit virus corona atau tidak.
Ada dua pemeriksaan yang akan dipertimbangkan. Yang pertama adalah tes swab dengan sampel berupa dahak. Hanya saja, laporan hasil tes swab butuh rentang waktu lebih lama mengingat harus diperiksa di laboratorium jejaring Covid-19.
Sementara untuk rapid diagnostic test (RDT) hanya butuh waktu 30 menit untuk diketahui gambaran epidemiologik Covid-19.
“Hanya saja saya dapat informasi, RDT masih dalam perjalanan menuju Provinsi Sulut,” sebutnya.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here