Manager PT PLN UP3 Tahuna Diminta Mundur, Selang Januari-Maret Pemadaman Masih Berlangsung

0
381
Manager PT PLN UP3 Tahuna Mulke Gal Tumangken (Tengah) ketika ditemui sejumlah wartawan.

TAHUNA -Upaya keandalan listrik yang digaungkan pihak PT PLN UP3 Tahuna untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi konsumen dinilai hanya lips service saja. Pasalnya pemdaman listrik baik yang terencana maupun tidak terencana terus terjadi selang Januari-Maret 2020. Janji perbaikan dan penormalan layanan tinggal janji sebab pemadaman masih terus terjadi tidak mengenal hari bahkan jam.

Tokoh masyarakat Tabukan Utara Benyfacius Sasiang kepada sejumlah awak media dengan tegas meminta pihak Manager PT PLN UP3 Tahuna
Mulke Gal Tumangken untuk melepas jabatan atau mundur karena dinilai tidak mampu menghadirkan solusi dari persoalan listrik di Sangihe.

“Jujur dari beberapa Manager PT PLN UP3 Tahuna yang sudah berganti nanti disaat Mulke Gal Tumangken yang memegang tampuk pimpinan PLN Tahuna, pemadaman listrik sehebat ini hingga nyaris terus tejadi hampir 3 bulan terakhir ini,” ungkap Ko Bensa sapaan akrab Sasiang.

Lebih lanjut Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kecamatan Tabukan Utata ini menyatakan akibat dari pemadaman listrik terencana maupun tidak terencana sudah mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat.

“Mulai dari pendapatan pengusaha terganggu hingga kerusakan peralatan elektronik rumah tangga warga banyak yang mengalami kerusakan”, ujar Sasiang.

Lebih lanjut Sasiang menyatakan dirinya menjadi perwakilan seluruh masyarakat Sangihe yang merasa dirugikan oleh pihak PLN.

“Banyak warga yang selalu mempertanyakan kinerja PLN dimana sejak Januari 2020 hingga sekarang pemadaman secara terencana maupun tidak terencana baik dalam kondisi cuaca yang baik maupun tidak baik tetap terjadi pemadaman”, imbuh Ko Bensa.

Terpisah Manager PT PLN UP3 Tahuna Mulke Gal Tumangken ketika dihubungi sejumlah wartawan menyatakan berbagai upaya terkait dengan menyiapkan kehandalan listrik terus dilakukan. “Bersama pihak PLN terus bekerja secara maksimal untuk menciptakan keandalan listrik di daerah ini. Pemadan terencana dilakukan sebagai bentuk upaya untuk meminimalisir gangguan listrik yang ada di Sangihe. Faktor cuaca dan enggannya sebagian masyarakat memberikan pohon untuk dipangkas maupun ditebang di area jaringan listrik menjadi kendala pihak PLN. Namun kami tetap berupaya semaksimal mungkin”, jelas Tumangken.

Lebih lanjut ia mengatakan persoalan terbesar yang dihadapi PLN ketika pemadaman tidak terencana terjadi paling utama adalah masalah jaringan dan mesin pembangkit.

“Dengan kondisi cuaca Sangihe yang ada, aturan menyangkut batas pangkas pohon  2,5 meter kiri, kanan, atas dan bawah jaringan listrik sudah diterapkan sesuai aturan yang berlaku. Namun pengalaman dilapangan justru terjadi lain ketika cuaca ekstrim di Sangihe terjadi”, jelas Tumangken kembali.

Untuk mesin sendiri kerap terjadi kerusakan akibat gangguan jaringan.

“Yang pasti kami mengupayakan kondisi sistem akan tetap handal ketika cuaca ekstrim”, imbuhnya sambil berharap masyarakat juga memahami kondisi PLN dan juga bekerjasama dalam upaya pemangkasan pohon disekitar jaringan listrik. Kerjasama yang saya maksud adalah merelahkan pemangkasan atau pemotongan pohon di sekitar jaringan demi keandalan listrik.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here