Hanya Kepentingan Oknum Penanggung. PETI Bowone Banyak Timbulkan Kesenjangan Sosial

0
52
Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SiK

TAHUNA – Keberadaan aktifitas Penambangan Tanpa Ijin (PETI) di Kampung Bowone Kecamatan Tabukan Selatan Tengah yang terjadi sejak dua tahun terakhir dinilai banyak menimbulkan persoalan kesenjangan sosial.

Hal ini diungkapkan Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK kepada sejumlah insan media ketika menggelar konferensi pers, Selasa (10/03/2020) di Mapolres Sangihe.

“Aktifitas tambang Bowone aktifitasnya baru berjalan sejak dua tahun terakhir dan sudah menimbulkan persoalan kesenjangan sosial”, ujar Susetyo.

Lebih lanjut perwira menengah yang begitu akrab dengan insan pers ini mengatakan bahwa sebelum ada aktifitas PETI masyarakat Kampung Bowone masih boleh dan mampu memenuhi kebutuhan hidup baik sebagai nelayan maupun petani.

“Sebelum ada PETI, masyarakat masih mampu memenuhi kebutuhan hidup”, jelasnya kembali.

Bahkan Kapolres menegaskan bahwa riak-riak yang terjadi imbas dari penutupan PETI Bowone ini murni bukan dari masyarakat setempat.

“Sebab sebagian besar penambang di Bowone bukan penduduk asli setempat. Bahkan adanya aksi protes yang terjadi dikaitkan dengan penutupan aktifitas PETI itu juga asalnya dari pihak penanggung atau pengusaha yang terjun dalam aktifitas Bowone”, imbuh Susetyo sambil menambahkan bahwa PETI Bowone ditutup seterusnya.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here