Pemprov Respon Data Istana Negara, Sulawesi Utara Belum Daerah Terjangkit Covid 2019

0
188
MANADO-Pemerintah Provinsi Sulawesi menetapkan sejumlah kebijakan terkait kasus Covid 2019 (Corona Virus Disease) yang diumumkan Presiden Joko Widodo. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH, Kebijakan terkini Pemprov Sulut merupakan kelanjutan dari langkah-langkah strategis yang telah dilakukan sebelumnya.
Dr Debie menyatakan bahwa Provinsi Sulawesi Utara sampai saat ini belum menjadi daerah terjangkit Covid 2019. Jaringan pengamatan penyakit yang dikembangkan di Sulut sepanjang bulan Januari-Maret 2020, telah berhasil mendeteksi 8 kasus kesakitan yang menyerupai Covid 2019.
“Dari 8 kasus tersebut, 7 kasus telah dikonfirmasi negatif Covid 2019. Dan 1 kasus sedang menunggu hasil pemeriksaan spesimen laboratorium,” sebut dr Debie.
Pemprov Sulut pun telah melakukan mitigasi (pengurangan resiko) penularan Covid 2019, dengan berbagai langkah.
Pertama, Tim Gerak Cepat atau petugas pengamat penyakit sekarang ini secara intens mengunjungi fasilitas-fasilitas kesehatan untuk memastikan bahwa kasus demam disertai batuk dan sesak nafas, dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium.
Kedua, pengamatan kedatangan penumpang baik internasional dan domestik akan dilakukan oleh petugas karantina kesehatan di Bandara Sam Ratulangi.
Ketiga, pengamatan terhadap WNA maupun WNI yang baru tiba dari negara-
negara terjangkit, dilakukan secara intens oleh petugas kesehatan di kabupaten/kota dan Puskesmas.
Keempat, menyiapkan dua rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus Covid 2019 di Sulawesi Utara. “Yakni RSUP Prof RD Kandou di Manado, dan RSUD Sam Ratulangi di Tondano,” tuturnya.
Pemprov Sulut juga telah memobilisasi semua sumber daya yang ada dan mensinergikan kegiatan pencegahan dan pengendalian Covid 2019 lewat sejumlah kegiatan. Yaitu membentukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 di Sulut. Anggotanya terdiri dari instansi vertikal terkait dan organisasi perangkat daerah di provinsi maupun di kabupaten/kota.
Melakukan rapat koordinasi dengan Tim Satgas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit beserta seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta Puskesmas, untuk mensinergikan kegiatan surveilans dan penanggulangan Covid 2019 di masyarakat.
Selanjutnya menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan pengendalian Covid 2019 di Sulut. “Pemprov juga melakukan Table Top Exercise bersama lintas sektor terkait untuk mengantisipasi skenario penjangkitan sampai di Sulawesi Utara,” ucap dr Debie.
Dengan upaya kesiapsiagaan dan kewaspadaan ini, lanjut dr Debie, Pemprov Sulut berkomitmen untuk tetap mempertahankan provinsi ini sebagai destinasi wisata yang nyaman. Oleh karenanya, diimbau kepada seluruh masyarakat Sulut untuk turut berperan aktif dalam upaya cegah tangkal Covid 19.
Masyarakat juga dapat mengakses nomor telepon resmi untuk Covid 19 yakni Halo Sehat 1500568 dan nomor yang bisa diakses 1 X 24 jam 0853 4122 3577. Nomor ini untuk mengakses informasi terkait Covid 19, maupun melaporkan bila ada masyarakat yang mengalami gejala batuk, demam dan sesak nafas.
Dr Debie mengimbau, stop menyebarkan berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Manfaatkan nomor telepon diatas untuk memverifikasi setiap berita yang beredar.
Masyarakat jangan panik dan tetap tenang tetapi selalu waspada. Jangan melakukan pembelian logistik/makanan ataupun alat kesehatan secara panik.
Belilah masker dan hand sanitizer seperlunya. “Yang perlu memakai masker adalah mereka yang sakit atau yang sementara merawat orang sakit. Bila selesai memakai masker maka masker tersebut harus dimusnahkan dengan cara dibakar,” saran dr Debie.
Kadis Kesehatan Sulut menambahkan, sering-seringlah mencuci tangan setiap kali anda kontak dengan fasilitas umum.
“Bila anda mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan dengan kewajiban untuk memakai masker, supaya anda tidak menularkan penyakit anda kepada petugas kesehatan. Jaga daya tahan tubuh anda dengan istirahat cukup, makan gizi berimbang dan olahraga teratur,” pungkasnya.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here