Program ODSK dan Sulut Sehat Satu Peta Warnai Rakerkesnas 2020

0
208
Program Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga (ODSK) dipaparkan secara lengkap dalam keikutsertaan pada lomba poster promotif preventif Rakerkesnas 2020. Inzert: Kadis Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH.
JAKARTA-Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan program Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga (ODSK) dan Sulut Sehat Satu Peta sebagai investasi sehat di pintu gerbang pasifik, saat perhelatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Tahun 2020, di JIEXPO Kemayoran Jakarta, Senin-Jumat (17-21/2/2020).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH, program ODSK dan Sulut Sehat Satu Peta sangat sinkron dengan imbauan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Yaitu terkait upaya promotif preventif membentuk sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Maju 2045.
Tampilan program Sulut Sehat Satu Peta di stand Provinsi Sulut yang dikoordinir Kabid Kesmas dr Rima Lolong MKes dibantu Jhon Umboh dari Sie. Promosi Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulut.
Tampilan program Sulut Sehat Satu Peta di stand Provinsi Sulut yang dikoordinir Kabid Kesmas dr Rima Lolong MKes dibantu Jhon Umboh dari Sie. Promosi Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulut.
ODSK dan Sulut Sehat Satu Peta, kata Kalalo, diyakininya akan mampu mengatasi isu strategis kesehatan saat ini. Di antaranya penanganan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, pengendalian stunting, pencegahan dan pengendalian penyakit, gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS), maupun tata kelola sistem kesehatan.
Kabid Kesmas Dinkes Sulut dr Rima Lolong MKes bersama peserta Rakerkesnas 2020 utusan Sulawesi Utara.
Kabid Kesmas Dinkes Sulut dr Rima Lolong MKes bersama peserta Rakerkesnas 2020 utusan Sulawesi Utara.
Rakerkesnas tahun ini dihadiri oleh beberapa menteri terkait, seluruh pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan baik di kantor pusat maupun daerah, seluruh Kepala Dinas Kesehatan baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota.
Ada juga seluruh Direktur RSUD Provinsi, dan Kabupaten/Kota, para wakil lintas sektor terkait, para wakil organisasi profesi dan perwakilan dari donor/NGO yang terkait dengan kesehatan, serta para sekretaris daerah kabupaten/kota yang menjadi lokus stunting dan AKI-AKB.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here