Wagub Sulut Steven Kandouw: Program BANGGAKENCANA Itu Penting

0
217
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw memukul gong tanda dibukanya Rakorda Program Banggakencana Provinsi Sulut Tahun 2020 didampingi Irtama BKKBN RI Drs Agus Sukiswo Ak MM (tengah) dan Kaper BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg.
MANADO-Program Banggakencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) sangat penting dan strategis bagi pembangunan Provinsi Sulawesi Utara.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Banggakencana Provinsi Sulut Tahun 2020, di Balroom Hotel Four Point, Rabu (26/2/2020).
“Sulawesi Utara saat ini menjadi salah satu provinsi paling bahagia di Indonesia. Tapi pembangunan kesejahteraan keluarga tidak akan mampu jika hanya sendiri. Karena itu harus berkolaborasi antara semua stakeholder (pemangku kebijakan) dengan komponen masyarakat,” ujar Kandouw.
Inspektur Utama BKKBN RI Drs Agus Sukiswo Ak MM mengatakan, tahun ini BKKBN fokus menciptakan keluarga Indonesia berkualitas dan mandiri. “Dengan koordinasi antara seluruh pemangku kepentingan diharapkan pelaksanaan dan kegiatan program Banggakencana yang baru dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Termasuk masyarakat kurang mampu yang bertempat tinggal di wilayah padat penduduk, wilayah pesisir, daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan,” tandasnya.

PhotoCollage_1582700007050-540x540

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg menyebut, BKKBN Sulut segera melakukan akselerasi sejak awal tahun 2020. Didasari pada Quick Win BKKBN berupa penguatan rantai pasok alat dan obat kontrasepsi, penguatan sistem pelaporan, pencatatan dan data, restukturisasi birokrasi, rebranding (sosialisasi), hingga menciptakan zona integritas dan wilayah bebas korupsi.
Rakorda kali ini turut dihadiri Danlanud Sam Ratulangi Kolonel Pnb Johnny Sumaryana SE, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut Drs Utomo Heru Cahyono MSi, serta perwakilan Forkopimda.
Di sela Rakorda, diadakan seminar kependudukan bertajuk ‘Apakah Bonus Demografi Suatu Tinjauan Kritis’ oleh Prof Dr Aris Ananta PhD, dan ‘Analisis Fertilitas Provinsi Sulawesi Utara oleh Turro Wongkaren PhD, keduanya dari Universitas Indonesia.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here