Gelar RAT 2019, KSU Batu Emas Sepakat Jalin Kerja Sama Dengan PT Antam

0
255
Ketua KSU Batu Emas Henri Walukow, Sekretaris Mario Ekel bersama anggota dan perwakilan DLH serta PT Antam usai RAT, Rabu (19/2) kemarin.

MINUT–Koperasi Serba Usaha (KSU) Batu Emas menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019, Rabu (19/2/2020), bertempat di Kantor Hukum Tua (Kumtua) Tatelu.

Ketua KSU Batu Emas Henri Walukow SE didampingi Sekretaris Mario Ekel SH, memimpin RAT tahun buku 2019 ini yang juga dihadiri oleh Kepala Bidang Lingkungan Hidup Pemkab Minut Demsi Lempas.

Menurut Walukow, RAT memang wajib dilaksanakan KSU Batu Emas, untuk mengevaluasi tahun buku 2019 dan membicarakan apa yang akan dilakukan tahun berjalan ini.

“Dalam RAT ini kami membicarakan kemajuan KSU Batu Emas khususnya WPR Tatelu,” ujarnya.

Suasana berlangsungnya RAT tahun buku 2019 KSU Batu Emas.
Suasana berlangsungnya RAT tahun buku 2019 KSU Batu Emas.

Lanjut Ketua Solidaritas Penambang di Tanah Tonsea (Sobat) Minut ini, dalam RAT tersebut juga telah disepakati bahwa semua anggota koperasi sangat setuju dan senang sekali akan bekerja sama dengan PT Aneka Tambang (Antam) yang merupakan BUMN.

“Jadi KSU Batu Emas dibantu Artisanal Gold Council (AGC) dari Kanada, untuk bekerja sama dengan PT Antam. Bersyukur, PT Antam ingin bekerja sama dengan KSU Batu Emas dengan salah satu syarat, pengolahan emas tanpa menggunakan merkuri. Nah WPR Tatelu adalah yang pertama di Indonesia sejak 2011 sudah alih teknologi tidak menggunakan merkuri. Bahkan sudah dideklarasikan se-Indonesai yang di support langsung Kementerian Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Sementara itu, Demsi Lempas dari Dinas Lingkungan Hidup Minut mengungkapkan, WPR Tatelu memang sudah menjadi pilot projet se-Indonesia, tidak menggunakan merkuri.

“Pengolahan emas di Tatelu sudah ramah lingkungan. Bahkan pengurus dan anggota serta penambang yang tergabung dalam KSU Batu Emas sudah beberapa kali ikut Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kementerian. Pernah juga dijadikan pembicara atau nara sumber dalam pengolahan emas ramah lingkungan di Jakarta,” pungkasnya.

(Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here