Permintaan Darah ke PMI Tomohon Capai 3.000 Kantong Setahun, Pengolahan Darah Kuras Rp 1,08 Miliar

0
92
Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan mengajak masyarakat untuk berdonor darah demi memenuhi kebutuhan darah bagi mereka yang dalam perawatan medis.
TOMOHON-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tomohon berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang butuh darah untuk keperluan medis.
Diakui Wakil Ketua Bidang Pelayanan Sosial Kesehatan dan UTD PMI Tomohon dr Levie Golioth MKes, untuk periode tahun 2019 rata-rata 250 kantong darah sebulan disediakan untukĀ  memenuhi permintaan RS maupun masyarakat yang datang individu.
Itu berarti, Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Tomohon harus menyediakan sebanyak 3.000 kantong darah untuk durasi satu tahun.
Dr Levie yang juga Kepala UTD PMI Tomohon mengakui, untuk satu kantong darah butuh biaya Rp 360.000 guna pengolahan darah. Tapi komponen darahnya sendiri tidak dikenakan biaya.
Pengolahan darah itu, sebut dr Levie, mulai proses awal seperti ketersediaan formulir calon donor, kapas, dan alat untuk mengecek Hb pendonor, jarum, selang dan kantong yang digunakan untuk proses donor dan menyimpan darah.
Kemudian diperlukan komponen untuk pemeriksaan darah di laboratorium, tempat khusus penyimpan darah sesuai standar, hingga proses pengecekan kecocokan darah yang tersedia. Termasuk prosedur pemusnahan darah yang tidak layak digunakan.
Dikalkulasi, minimal butuh anggaran minimal 1,08 miliar rupiah supaya rata-rata permintaan kantong darah bisa dipenuhi.
Sementara itu, Ketua PMI Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) tetap kukuh bahwa pelayanan darah tetap berjalan seperti biasa. “Karena bekerja di bidang kemanusiaan merupakan karakter PMI,” sebut Wakil Wali Kota Tomohon ini.
SAS menjamin, pelayanan darah tetap gratis. Bagi setiap pendonor pun kami sediakan makanan pengganti dan multivitamin sesuai standar operasional prosedur donor darah.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here