Kunjungi BPBAT Tatelu, Menteri Kelautan Dengarkan Curhat Petani Ikan Air

0
96
Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Prabowo didampingi Bupati Minut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh saat mengunjungi BPBAT Tatelu, Kecamatan Dimembe.

MINUT — Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengunjungi Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara (Minut), Selasa (18/2/2020) kemarin.

Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI ini di Tatelu turut didampingi Gubernur Sulut Olly Domdokambey SE, Bupati Minut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh dan Kepala BPBAT Fernando Simajuntak.
Dalam kesempatan bertemu dengan Petani ikan, Menteri Edhy berdialog dengan petani dan memberikan motivasi sekaligus menanyakan kondisi industri ikan air tawar yang digeluti petani.

Pertemuan dengan para Petani ikan di Desa Tatelu.
Pertemuan dengan para Petani ikan di Desa Tatelu.

Dalam dialog ini terungkap kendala utama petani adalah ketersediaan pakan butiran ikan yang harus didatangkan dari Pulau Jawa, padahal dari 6 komponen bahan baku untuk pembuatan pakan 5 diantaranya bisa didapatkan di Sulut, satu lainnya harus didatangkan dari luar Sulut.

Menurut Menteri, isu sentral budidaya air tawar adalah pakan yang mahal karena memakan 80 persen dari ongkos produksi, kedua adalah sumber benih.

“Pelaku perikanan air tawar juga harus kreatif dengan mengusahakan pakan mandiri. Karena mereka sebenarnya punya kemampuan untuk hal itu. Bahan baku untuk pembuatannya lima diantaranya ada di Sulut, sementara hanya satu yang harus didatangkan dari Pulau Jawa,” kata Prabowo.

Ditambahkannya, pelaku juga bisa menggalakan pakan alam.

“Saya tidak akan memusuhi pengusaha secara koorporasi, karena kita bersama mencari jalan keluar untuk menanggulangi pakan yang mahal menjadi murah dan bisa dijangkau pelaku budidaya,” jelas Menteri sembari menambahkan di Sulut nanti bisa dibangun pabrik pakan sehingga bisa memenuhi kebutuhan pelaku budidaya.

Sementara itu, Bupati Minut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh mengaku akan menerima investor yang akan mengembangkan pabrikan pakan ikan air tawar.

“Saya sangat terbuka terhadap investor yang akan membangun pabrik, bahkan mereka akan mendapat bantuan tanpa agunan dari pemerintah. Asalkan mereka mengikuti aturan yang ada saya pasti menerima bahkan akan membantu secepatnya. Hal ini untuk kesejahteraan masyarakat Sulut,” kata VAP didampingi Sekkab Minut Ir Jemmy H Kuhu MA.

Terpisah, Kepala BPBAT Fernando Simanjuntak mengatakan keperluan pakan ternak di Sulut per hari mencapai 30 ton, karena produksi ikan sekira 20.

“Sulut tidak ada pabrikan maka ini semua disuplai dari luar. Beberapa upaya telah dilakukan pemerintah Sulut termasuk paket bantuan pembuatan pakan mandiri, pelatihan dan pendampingan. Ada delapan kelompok budidaya yang mendapat pendampingan dari kami pihak BPBAT,” kunci Simajuntak.

(Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here