Berijin Resmi, Tambang Tatelu Dukung Perekonomian Warga Sekitar

Tanpa Mercuri, Pengolahan Emas Ramah Lingkungan

0
525
Operasional Tambang Tatelu yang meningkatkan perekonomian warga sekitar.

MINUT–Pertambangan emas di wilayah Tatelu Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara (Minut) berawal sejak tahun 1998. Berdiri di lahan sebanyak 25 Ha, Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Tatelu diawali dengan pendirian Koperasi Serba Usaha (KSU) Batu Emas, yang dikeluarkan Menteri Negara Koperasi dan UKM RI Nomor 110 BH/XXV.9/VI/2010. Sejak beroperasinya, tambang Tatelu telah membawa perekonomian masyarakat terus meningkat hingga kini.

Menurut Ketua KSU Batu Emas Tatelu Henri Walukow SE saat dikonfirmasi mengatakan, sejak 2010, pengurus koperasi telah berusaha mengajukan pengusulan perijinan tambang Tatelu.

PhotoPictureResizer_200217_084045039_crop_864x1152PhotoPictureResizer_200217_084124774_crop_799x1141-399x570PhotoPictureResizer_200217_084326767_crop_864x1152-345x460“Dan di tahun 2011, dalam pemerintahan Bupati Minut Drs Sompie SF Singal MBA, Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) pun terbit lewat Dinas Pertambangan dan Energi Pemkab Minut, Nomor : 03/DISTAMBEN/VI/2011, 1 Juni 2011 yang berlaku selama 5 tahun. Selanjutnya, dikeluarkanlah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Pemkab Minut Nomor : 347 Tahun 2013,” ujar Walukow didampingi Sekretaris KSU Batu Emas Mario Ekel SH.

Namun, lanjutnya, sejak tahun 2016, kewenangan mengeluarkan ijin, bukan lagi dari Bupati, tetapi Gubernur.

“Perpanjangan IPR sudah menjadi kewenangan Gubernur. Dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE telah mengeluarkan perpanjangan IPR 2016 – 2021, Nomor 161 Tahun 2018,” katanya, sembari menambahkan IPR WPR Tatelu akan diperpanjang tahun depan.

Meski memiliki izin resmi, WPR Tatelu terus mengembangkan pengolahan emas ramah lingkungan. Tahun 2011, alih teknologi ke ramah lingkungan, tidak lagi memakai merkuri tetapi menggunakan sianida, sesuai anjuran Pemprov Sulut.

“Memang, merkuri sudah tidak efisien, karena biaya terlalu besar dan pengeluaran lebih banyak. Jadi pertambangan rakyat Tatelu tidak memakai merkuri dan sudah dideklarasikan serta di support langsung Kementerian Lingkungan Hidup,” katanya.

Bahkan, karena satu-satunya WPR yang berani mendeklarasikan tanpa merkuri, Kementerian Lingkungan Hidup terus memberikan bantuan, satu unit pengolahan emas tanpa kimia yang diberikan pemerintah Canada lewat AGC. Yang merupakan bantuan pertama dan pilot project se-Indonesia berwawasan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Pos Keamanan Tambang Tetelu Wenny Paat mengungkapkan, dengan adanya pertambangan emas ini, dirinya bersama keluarga mendapat pekerjaan bahkan bisa menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi.

Ditambahkan juga oleh Yules Maliku Tokoh Masyarakat sekaligus aparat desa senior juga sebagai penambang, sejak pertambangan emas Tatelu beroperasi, banyak lapangan pekerjaan terbuka bagi warga. Tak hanya warga Tatelu, tetapi masyarakat Minut bahkan Sulut banyak yang bekerja di pertambangan rakyat ini.

“Ribuan warga yang menggantungkan hidupnya di pertambangan ini. Tak hanya untuk biaya sehari-hari, tapi dengan pekerjaan di pertambangan ini, warga bisa menyekolahkan anak-anaknya bahkan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dan dengan hasil pertambangan, kami juga bisa membuka usaha lain untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” kisahnya.

Untuk diketahui, terbukanya lapangan pekerjaan di pertambangan ini, tak hanya menjadi sebagai penambang, banyak warga lingkar WPR ini bekerja sebagai tukang ojek, menjual makanan dan kue, kebutuhan pertambangan, onderdil kendaraan, bahkan perdagangan di Pasar Tetelu setiap hari ramai dengan transaksi para penambang dan masyarakat sekitar.

“Yang pasti dengan adanya pertambangan ini, banyak masyarakat bisa menghidupkan keluarganya, ekonomi meningkat, bahkan anak-anak bisa melanjutkan study sampai perguruan tinggi. Jadi efek pertambangan ini, segala sektor dan bidang terus meningkat khususnya bagi masyarakat lingkar tambang semakin sejahtera,” tutupnya.

(Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here