Wapres RI: Pertumbuhan Penduduk Seimbang, BKKBN Berandil Songsong Indonesia Maju 2045

0
46
Wapres Ma'ruf Amin memukul gong tanda resminya pelaksanaan Rakernas Tahun 2020.
JAKARTA-Menyongsong Indonesia Negara Maju 2045 sangat ditentukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Kalau BKKBN dapat memastikan bahwa pertumbuhan penduduk kita akan terus seimbang. Dengan pertumbuhan yang seimbang maka pintu bonus demografi semakin terbuka lebar dan kita bisa memanfaatkannya untuk tujuan pembangunan,” kata Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BKKBN dengan tema ‘Banggakencana dalam Era Milenial untuk Indonesia Maju, Sejahtera dan Berkeadilan’, di Auditorium BKKBN Pusat, Jakarta, Rabu (12/2/2020).
Banggakencana sebagai singkatan dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana yang merupakan program BKKBN, imbuh Ma’ruf, diharapkan tidak ada seorang pun yang boleh tertinggal dari akses layanan dasar dan perlindungan sosial.
“Sumber daya manusia akan menjadi kekuatan kita menyongsong Indonesia Negara Maju 2045. Indonesia yang telah keluar dari jebakan pendapatan menengah sehingga siap menuju negara maju, mandiri, adil dan makmur,” ujar Wapres.
Wapres pun mengajak untuk berperang melawan stunting dengan meningkatkan asupan gizi dan status kesehatan ibu dan anak. Melalui inisiatif ini kita harapkan masyarakat Indonesia menjadi bermartabat tanpa ada kesenjangan.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia telah masuk dalam kategori tinggi sejak tahun 2016 dan terus merangkak naik. Pada tahun 2018, IPM Indonesia mencapai 71,39. Angka ini meningkat sebesar 0,58 poin atau tumbuh sebesar 0,82 persen dibandingkan 2017. Artinya, pembangunan manusia di Indonesia terus mengalami kemajuan.
Bayi yang lahir di tahun 2018 memiliki harapan hidup lebih lama, anak bangsa dapat mengenyam pendidikan lebih lama serta masyarakat Indonesia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara lebih baik. Ditandai dengan meningkatnya rata-rata pengeluaran per kapita.
BKKBN mendukung dua agenda Prioritas Nasional yaitu ‘Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing’ serta ‘Revolusi Mental dan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Memperkukuh Ketahanan Budaya Bangsa dan Membentuk Mentalitas Bangsa yang Maju, Modern dan Berkarakter’.
“Tinggalkan cara-cara rutin, perkuat semangat debirokratisasi, tempuh inovasi yang memiliki dampak bola salju dan manfaatkan pengetahuan dan kemajuan pembangunan teknologi informasi. Berikan kontribusi nyata dan seutuhnya kepada masyarakat dengan mengedepankan kepentingan mereka di atas kepentingan pribadi, organisasi dan golongan,” imbuh Ma’ruf.
Wapres Ma'ruf Amin memberikan arahan.
Wapres Ma’ruf Amin memberikan arahan.
Sejumlah terobosan telah dilakukan oleh BKKBN untuk mencapai RPJMN dan Renstra IV Tahun 2020-2024. Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo SpOG (K) dalam laporannya memaparkan bahwa sebagai langkah awal dalam periode pembangunan nasional 2020-2024.
Berbagai percepatan dilakukan BKKBN melalui 5 Program Kerja Utama (Quick Wins) BKKBN Tahun 2020. 1) Mengatasi kekosongan alat dan obat kontrasepsi, 2) Membangun Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi, 3) Restrukturisasi Kelembagaan dan Penyederhanaan Jabatan Struktural sampai Level Dua, 4) Membangun Zona Integritas, 5) Re-Branding Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) berupa Logo, Tagline dan Jingle yang sesuai dengan Generasi Milenial.
Salah satu tiang penyangga pembangunan karakter bangsa adalah keluarga. BKKBN telah diberikan mandat untuk melakukan revolusi mental berbasis keluarga dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Revolusi mental sangat relevan untuk dilakukan dengan kita bahu membahu menjaga dan membentuk nilai yang diharapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kolaborasi unsur masyarakat termasuk peran pemuka agama, sektor swasta, akademisi dan pemerintah sangat dibutuhkan dengan desain program yang mudah dipahami dan berciri khas Indonesia. Melalui Indeks Pembangunan Keluarga (IPK) di Tahun 2020 dapat mengetahui profil keluarga Indonesia dan dapat terlihat dengan jelas serta bagaimana bisa melakukan penguatan dan perbaikan ke depannya.
Hasto pun menaruh harapan yang besar agar program Banggakencana mampu dijalankan dengan baik di seluruh tingkatan wilayah, sehingga Keluarga Berkualitas dan Pertumbuhan Penduduk yang Seimbang dapat kita raih bersama. Guna mendukung tercapainya visi Presiden dan Wakil Presiden RI untuk terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong serta sangat membutuhkan support dan komitmen dari para peserta Rakernas, terangnya.
Wapres Ma'ruf Amin dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo bersama undangan dan para Deputi BKKBN.
Wapres Ma’ruf Amin dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo bersama undangan dan para Deputi BKKBN.
Rakernas BKKBN Tahun 2020 menghadirkan beberapa narasumber pakar, dengan pembicara utama Kepala BKPM Kabinet Indonesia Maju Bahlil Lahadalia SE MSi, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dan Dirjen Bangda Kementerian Dalam Negeri.
Rangkaian kegiatan Rakernas BKKBN Tahun 2020 ini dimulai dari kegiatan Pra-Rakernas pada 11 Februari 2020, kegiatan inti Rakernas pada 12 Februari 2020, dilanjutkan Kegiatan Rakornis yang lebih fokus melibatkan seluruh mitra kerja BKKBN pada 13 Februari 2020.
Kegiatan Rakernas ini diikuti sekira 524 peserta. Terdiri dari Lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah diwakili OPD KB Provinsi dan Kab/Kota, serta seluruh Mitra Kerja BKKBN.
“Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg turut didampingi Sekretaris BKKBN Ir Ronny Sumilat, dan Kabid KS-PK Sitti Kamlah Takalamingan SSos MAP,” ujar Kasubag Umum dan Humas BKKBN Sulut Ledy Ante.
(***)
Sumber: Humas Perwakilan BKKBN Sulut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here