Empat Tahun Kepemimpinan, ODSK Ciptakan SULAWESI UTARA Semakin SEHAT

0
305
MANADO-Empat tahun kepemimpinan Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw (ODSK), 12 Februari 2016-12 Februari 2020, telah menjadikan Provinsi Sulawesi Utara semakin sehat.
Pada akhir 2019, Sulut dinobatkan sebagai Provinsi Sehat oleh pemerintah pusat karena 11 dari 15 kabupaten dan kota telah dinyatakan sebagai kabupaten/kota sehat. Catatan itu meningkat tajam dari data 2017 yang baru 6 kabupaten/kota saja.
ODSK memang sangat concern menjadikan masyarakat Sulawesi Utara sehat yang mandiri dan berkeadilan. Terbukti dengan getolnya ODSK mendorong desa untuk memiliki Pos Binaan Terpadu (PosBindu) yang meningkat dari 195 desa (2016) menjadi 896 desa (2019).
Cakupan imunisasi anak pun sukses. Dari persentase anak usia 0-1 tahun yang mendapat imunisasi dasar lengkap, meningkat dari 80,2% menjadi 94,9% pada 2019.
Daerah yang eliminasi malaria pun meluas. Sebelumnya 2 daerah pada 2016 menjadi 6 kabupaten/kota (2019). Usia harapan hidup meningkat dari 71,02 (2016) menjadi 71,26 (2018).
Kemudian program prioritas nasional yaitu stunting, ODSK mampu menurunkan prevalensi stunting dari 35 persen (Riskesdas 2013) menjadi 25,5 persen (2018). Begitu juga cakupan kesehatan universal atau UHC dari 77,2% menjadi 99,3% pada 2019.
Berikutnya, dari target 95 persen persentase obat dan perbekalan kesehatan di fasilitas kesehatan, mampu terealisasi hingga 105,2 persen.
ODSK pun sangat concern terhadap kasus kematian Balita dan ibu. Jika pada 2016 tercatat angka kematian Balita sebanyak 266 kasus, justru semakin turun di angka 137 kasus saja pada November 2019.
Begitu pula angka kematian ibu semakin berkurang dari 54 kasus (2016) menjadi 44 kasus (November 2019).
Pergerakan positif tersebut juga dipengaruhi keinginan ODSK memperbaiki kualitas SDM dan fasilitas kesehatan.
Terlihat dari 178 Puskesmas dari 195 Puskesmas yang telah terakreditasi. Jika 2016 hanya 20 Puskesmas, justru tahun 2019 meningkat tajam hingga 91,2 persen Puskesmas terakreditasi.
Begitupun fasilitas kesehatan rujukan, yang telah mencapai 87,2 persen RS terakreditasi. Jika pada 2016 hanya 11 RS terakreditasi, meningkat jadi 41 RS terakreditasi pada 2019.
Tak berhenti di situ. ODSK terus menghadirkan berbagai inovasi demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Mulai dari menghadirkan layanan RS Kelas B sebagai pusat rujukan, pengembangan RS Mata sebagai pusat rujukan kesehatan mata Indonesia bagian timur, pembangunan RS Jiwa sebagai pusat rujukan kesehatan jiwa di Indonesia bagian timur.
Diikuti pengembangan RSUD Noongan sebagai RS rujukan regional, pengembangan RSUD Bitung, dan bantuan pembangunan RSUD Kota Kotamobagu sebagai RS rujukan regional.
Kemudian, menghadirkan pelayanan klinik mata, pengembangan Poliklinik Kantor Gubernur menjadi Klinik Pratama, menghadirkan pelayanan Kegawatdaruratan Terpadu lewat PSC 119, pelayanan pengaduan HALO SEHAT 1500-568, serta menghadirkan informasi publik tentang kesehatan melalui layanan Radio Streaming Suara Sehat Sulut.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here