Ternyata Bukan Mushola Tapi Balai Pertemuan. Bupati VAP: Saya Jamin Pembangunannya Asalkan Sesuai Aturan

0
11161
Bupati Vonnie Panambunan saat meninjau lokasi yang sempat jadi viral pengrusakan.

MINUT–Video yang sempat beredar terkait pengrusakan yang terjadi di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara (Minut) ternyata bukanlah Mushola, melainkan Balai Pertemuan.

Hal tersebut berdasarkan berita acara kesepakatan bersama 9 Juli 2019 lalu, di Kantor Desa Tumaluntung.

Dikatakan Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi dan Dandim 1310 Bitung/Minut Letkol Inf Kusnandar Hidayat bahwa pengrusakan tersebut telah ditangani intens oleh aparat.

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi, saat meninjau TKP.
Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi, saat meninjau TKP.

“Saat ini terduga pelaku, ada 6 orang yang di tahan. 3 orang diduga pelaku pengrusakan pada Rabu (29/1/2020) lalu, dan yang 3 pelaku yang mabuk lainnya pada Kamis (30/1/2020) kemarin. Mereka sudah diamankan di Polda Sulut dan Polres Minut,” ungkap Rahakbau.

Ia juga mengimbau, seluruh masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri.

“Untuk orang yang dicurigai sebagai biang kerok kejadian sudah diamankan di Polda, jadi kami berharap semua bertindak dengan kepala dingin karena kita semua bersaudara dan orang-orang yang mempunyai toleransi tinggi. Jadi percayakan keamanan kepada kami,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh masyarakat untuk kembali beraktifitas seperti biasanya, karena aparat Kepolisian dan TNI menjamin, keamanan tetap kondusif.

Hal senada juga disampaikan Dandim 1310 Bitung/Minut Letkol Inf Kusnandar Hidayat, yang meminta masyarakat agar jangan terpancing dengan pernyataan-pernyataan yang bernuansa provokatif.

“Ini hanya kesalahan informasi yang didapat warga dan terjadi kesalahpahaman, sehingga terjadi pengerusakan Balai
Pertemuan yang ada di Perumahan Agape. Saya melakukan koordinasi dengan Polres Minut untuk melaksanakan pengamanan, dan alhamdulilah setelah kita mediasi kejadian ini bisa diatasi,” kata Hidayat.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ir Hi Baidlowi Ibnu Hajar mengatakan, tidak ada pelarangan pembangunan tempat ibadah yang penting mengikuti aturan yang ada dan itu akan disiapkan pemerintah.

“Saya siap ‘pasang badan’ dan menjamin jika ada tokoh-tokoh radikal di Tumaluntung, silahkan tangkap saya kalau ada radikal tanpa pantauan saya. Nanti saya sampaikan ke rekan-rekan Muslim terkait kemauan rekan-rekan Nasrani. Saya tahu persis kejadian ini cuma salah paham saja, untuk itu imbauan kepada umat Islam agar menahan diri, percayakan kepada aparat keamanan jangan kita bertindak anarkis, semua mahal harganya jika kita melanggar dan bertindak sendiri,” tutupnya.

Terpisah, Bupati Minut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh (VAP) yang turun ke lokasi berharap semua bisa damai.

“Silahkan urus surat-surat pembangunannya jika akan dijadikan tempat ibadah,  akan kita tandatangani,” kata Bupati Vonnie Panambunan.

Lanjutnya, saya juga berharap Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama Muslim maupun Kristen agar semua bisa menciptakan suasana kondusif.

“Silahkan sholat di rumah dulu, nanti setelah surat-suratnya lengkap baru akan dibangun sesuai keinginan dan aturan,” tutup VAP.

(Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here