Filosofi dan Teori Watson tentang Transpersonal Caring (Filosofi Keperawatan)

0
200

Oleh: Ns Fransisca Lisa None SKep
Pembimbing: Fitri Arofiati SKep Ns MAN PhD

PROGRAM Doctor of Nursing Practice dirintis tokoh keperawatan Margaret Jean Harman Watson PhD RN AHN-BC FAAN sebagai Pusat Caring Manusia untuk praktik dan pendidikan.
Watson merujuk dari 11 faktor kuratif Yalom untuk memformulasikan dan memodifikasi 10 faktor karatifnya. Kemudian mengembangkan proses caritas yang memiliki dimensi spiritual dan menggunakan bahasa yang lebih cair dan evolusioner.
Karya Watson disebut sebagai filosofi, cetak biru (blue print), etik, paradigma, pandangan, pemikiran kritis dan sistematis, model konseptual, kerangka kerja, dan teori.
Wataon memberikan penekanan pada aspek kualitas interpersonal dan transpersonal yang meliputi empati, keselarasan, dan kehangatan. Menurutnya, perawat bukanlah untuk mengendalikan atau mengubah orang lain melainkan untuk memahami, berpengaruh besar pada saat klinikalisasi.
Konsep utama Watson mencakup 10 faktor karatif dan penyembuhan transpersonal (transpersonal healing), serta hubungan caring interpersonal, saat caring (caring moment), peristiwa caring (caring occasion), modalitas caring healing, kesadaran caring (caring consciousness), energi kesadaran caring (caring consciousness energy), dan kesadaran keutuhan fenomenal (unitary consciousness).
Dengan berkembangnya konsep faktor karatif dengan sudut pandang, gagasan, dan nilai yang lebih, Watson kemudian menerjemahkan faktor karatif menjadi suatu proses caritas klinis yang menyiratkan pemaknaan secara lebih terbuka.
Hubungan Caring Transpersonal diartikan sebagai hubungan manusia yang bersifat caring atau bersatu dengan orang lain dengan menghargai seseorang seutuhnya.
Setiap faktor memiliki komponen fenomenologis yang bersifat dinamis dan relatif bagi setiap individu yang terlibat dalam hubungan yang tercakup dalam keperawatan.
1. Membentuk Sistem Nilai Humanistik Altruistik
Nilai humanistik dan altruistik dipelajari pada usia dini tetapi dapat sangat dipengaruhi oleh perawat pendidik. Faktor ini dapat diartikan sebagai kepuasan yang didapat dengan memberi dan memperluas dimensi diri (sense of self).
2. Membangkitkan Keyakinan-Harapan
Faktor ini, dipadukan dengan nilai humanistik dan altruistik, dapat membantu mewujudkan keperawatan yang holistik dan kesehatan positif pada populasi pasien. Faktor ini juga menggambarkan peran perawat dalam mengembangkan hubungan perawat-pasien yang efektif dan meningkatkan kesejahteraan pasien dengan membantunya.
3. Menanamkan Kepekaan terhadap Diri dan Orang Lain
Menyadari perasaan diri, baik bagi perawat maupun pasien, dapat mengarahkan seseorang menuju aktualisasi dirinya. Perawat mengakui kepekaan dan perasaannya dapat menjadi lebih tulus, ikhlas dan peka terhadap orang lain.
4. Mengembangkan Hubungan Membantu Hubungan Rasa Percaya
Hubungan membantu dan rasa percaya antara perawat dan pasien sangat penting dikembangkan untuk mewujudkan hubungan caring transpersonal. Melalui hubungan saling percaya, perawat dan pasien dapat mengungkapkan perasaan positif maupun negatifnya. Hubungan semacam ini membutuhkan sikap yang empati, selaras, kehangatan yang tidak bersifat posesif, dan komunikasi efektif. Sikap yang selaras yaitu sikap yang jujur, tulus, asli dan tidak berpura-pura.
Empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami sudut pandang dan perasaan orang lain.
Kehangatan yang tidak posesif ditunjukkan dengan nada suara yang sedang/tidak terlalu pelan atau keras, sikap tubuh yang terbuka, dan ekspresi wajah yang sesuai. Sedangkan komunikasi efektif memiliki komponen kognitif, afektif, dan perilaku.
5. Meningkatkan dan Menerima Ungkapan Perasaan Positif dan Negatif Berbagi perasaan dapat dianggap sebagai pengalaman yang berisiko bagi perawat ataupun pasien. Perawat harus siap menghadapi perasaan yang positif atau negatif. Perawat harus menyadari pula bahwa pemahaman intelektual dan
emosional dari setiap situasi dapat berbeda-beda.
6. Menggunakan Metode Pemecahan Masalah secara Sistematis untuk Pengambilan Keputusan
Menggunakan proses keperawatan sebagai pendekatan pemecahan masalah secara ilmiah dalam keperawatan, memupuskan citra perawat sebagai pembantu dokter. Proses keperawatan sama dengan proses penelitian yang sistematis dan tertata.
7. Meningkatkan Pengajaran-Pembelajaran
Faktor ini merupakan konsep yang penting dalam keperawatan karena membedakan caring dengan curing. Melalui proses pengajaran-pembelajaran interpersonal, pasien dapat terinformasikan, sehingga dapat bertanggungjawab untuk mencapai kesejahteraan dan kesehatan dirinya. Perawat memfasilitasi proses ini dengan teknik mengajar-belajar yang dirancang untuk memampukan pasien merawat dirinya, menentukan kebutuhan dirinya, dan memberikan kesempatan bagi dirinya untuk tumbuh.
8. Menyediakan Lingkungan Psikologis, Fisik, Sosial Budaya dan Spiritual yang Mendukung, Melindungi, dan Memperbaiki
Perawat harus menyadari adanya pengaruh lingkungan internal dan eksternal terhadap sehat dan sakit individu. Konsep yang relevan dengan lingkungan internal termasuk di antaranya kesejahteraan jiwa dan spiritual serta keyakinan sosial budaya seorang individu. Selain variabel tersebut, variabel epidemiologis, variabel eksternal lainnya meliputi kenyamanan, privacy, keamanan, kebersihan dan lingkungan yang indah.
9. Membantu Pemenuhan Kebutuhan Manusia
Perawat menyadari adanya kebutuhan biofisik, psikofisik, psikososial, dan intrapersonal dari dirinya sendiri dan juga pasien. Pasien harus dapat memenuhi kebutuhan yang lebih mendasar terlebih dahulu sebelum dapat memenuhi kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatannya. Kebutuhan nutrisi, eliminasi, dan ventilasi adalah contoh kebutuhan biofisik dasar. Sementara kebutuhan aktivitas, inaktivitas dan seksualitas termasuk kebutuhan psikofisik dasar. Pencapaian dan afiliasi merupakan kebutuhan psikososial yang tingkatannya lebih tinggi. Aktualisasi diri merupakan kebutuhan intrapersonal-interpersonal yang tingkatannya juga tinggi.
10. Mengizinkan Kekuatan Eksistensial-Fenomenologis
Fenomenologi menggambarkan data dari situasi yang membantu untuk memahami suatu fenomena. Sedangkan psikologi eksistensial adalah ilmu manusia yang menggunakan analisis fenomenologi. Watson menganggap faktor ini sulit dipahami. Faktor ini diikutsertakan untuk memberikan pengalaman yang dapat memicu pemikiran agar dapat memahami diri sendiri dan orang lain. Watson percaya bahwa perawat memiliki tanggung jawab untuk melakukan lebih dari 10 faktor karatif tersebut dan membantu pasien dalam area promosi kesehatan melalui tindakan preventif. Tujuan ini dapat dicapai dengan mengajarkan pasien perubahan diri untuk meningkatkan kesehatan, memberikan dukungan sesuai situasi, mengajarkan cara menyelesaikan masalah, serta mengetahui kemampuan adaptasi dan koping terhadap kehilangan.
Watson juga menjelaskan asumsi Hubungan Caring Transpersonal hingga meliputi praktisi multidisiplin.
Pertama, komitmen moral, niat, dan kesadaran caritas oleh perawat dapat melindungi, meningkatkan dan memperkuat harga diri, keutuhan, dan penyembuhan seseorang hingga orang tersebut mampu menciptakan atau bersama-sama menciptakan makna keberadaan dirinya sendiri.
Kedua, keinginan yang penuh kesadaran dari perawat menegaskan kemaknaan subjektif dan spiritual pasien yang sedang mencari caring yang tetap ada di tengah-tengah ancaman dan penderitaan secara biologis, institusional, dan sebagainya. Dampaknya adalah pasien akan menghargai hubungan Saya-Engkau (I-Thou Relationship) ketimbang hubungan Saya-Itu (I-It Relationship).
Ketiga, perawat berusaha menyadari, mendeteksi dengan tepat, dan menghubungkan antara kondisi dalam jiwa dari orang lain dengan cara hadir secara tulus dan memusatkan diri pada saat caring (caring moment), tindakan, kata-kata, perilaku, kognisi, bahasa tubuh, perasaan, intuisi, pemikiran, medan energi, dan seterusnya, seluruhnya berkontribusi pada hubungan caring transpersonal.
Keempat, kemampuan perawat untuk terhubung dengan orang lain pada tingkat jiwa-ke-jiwa transpersonal ini diejawantahkan dalam bentuk gerakan, sikap tubuh, ekspresi wajah, prosedur, informasi, sentuhan, suara, ekspresi verbal, dan sarana komunikasi manusia lain yang bersifat ilmiah, teknis, estetis. Semua ini diterjemahkan menjadi seni/tindakan keperawatan atau modalitas caring-healing.
Kelima, modalitas caring-healing dalam konteks kesadaran caring/caritas transpersonal memperkuat harmoni, keutuhan, dan kesatuan seorang individu dengan melepaskan ketidakharmonisan, yaitu energi yang mengganggu proses penyembuhan alamiah. Dengan demikian, perawat membantu pasien mengakses penyembuhan yang ada dalam dirinya, sebagaimana pandangan Nightingale tentang keperawatan.
Keenam, pengembangan personal dan profesional yang berkesinambungan, serta pertumbuhan spiritual membantu perawat untuk memasuki tingkat yang lebih dalam tentang praktik penyembuhan secara profesional.
Perawat dapat membangkitkan kondisi transpersonal dan aktualisasi penuh atas “kompetensi ontologis” yang diperlukan pada praktik pelayanan keperawatan tingkat lanjut ini.
Ketujuh, riwayat hidup perawat itu sendiri, serta pengalaman sebelumnya, kesempatan untuk belajar terfokus, mengalami berbagai kondisi manusia, dan membayangkan perasaan orang lain dalam beragam situasi merupakan guru yang berharga bagi perawat. Perawat juga dapat mengambil ilmu dan kesadaran yang dibutuhkan untuk menerapkan hubungan caring transpersonal dengan bekerjasama dengan orang dari latar belakang budaya berbeda dan mempelajari kemanusiaan (misalnya melalui seni, drama, sastra, cerita pribadi, atau narasi penyakit dan perjalanannya), dengan sambil mengeksplorasi nilai diri sendiri, kepercayaan yang dalam yang dimilikinya dan hubungannya dengan diri sendiri, orang lain, dan dunia.
Kedelapan, fasilitator lainnya adalah pengalaman pertumbuhan personal seperti psikoterapi, psikologi transpersonal, meditasi, pekerjaan bioenergetik dan model lainnya dari kebangkitan spiritual.
Kesembilan, pertumbuhan yang terus-menerus untuk mengembangkan dan mematangkan model caring transpersonal terus berjalan. Anggapan bahwa tenaga kesehatan adalah penyembuh luka diakui sebagai bagian dari pertumbuhan yang penting dalam teori atau filosofi ini.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here