Penemuan Mayat Dalam Pipa, Balai Sungai dan PT PPK Wajib Diperiksa

0
272
Bendungan Manente yang notabene proyek dari Balai Sungai dan di kerjakan oleh PT Paragon Prima Karya yang telah memakan korban jiwa.

TAHUNA -Penemuan mayat dalam pipa di Bendungan Manente belum lama ini, masih menyisakan berbagai persoalan. Bahkan banyak pihak menyatakan ada unsur kesengajaan dari pihak Balai Sungai dan PT Paragon Prima Karya selaku pelaksana proyek dengan bandrol senilai Rp 14 Miliar ini.

Menurut Ketua LSM Lapek Asiz Janis ketika dihubungi menyatakan kasus ini tidak serta merta harus dihentikan sampai disini.

“Benar pihak keluarga korban dalam hal ini keluarga almarhum Christian Samuel Wahe sudah  menerima kenyataan kematian korban. Namun pihak penyidik dalam hal ini Polsek Tahuna yang menangani kasus harus juga melakukan pemeriksaan kepada Balai Sungai selaku pemilik proyek dan PT Paragon Prima Karya (PPK) selaku kontraktor pelaksana proyek”, jelas Janis.

Bahkan Janis menyatakan, ada unsur kesengajaan baik dari Balai Sungai maupun PT PPK.

“Proyek bendungan Manente ini masih dalam tahap pengerjaan, harusnya pihak Balai Sungai dan PT PPK mengamankan lokasi proyek tidak dipergunakan oleh umum selama pekerjaan belum tuntas”, ujarnya kembali.

Namun pada kenyataan yang terjadi pada pekerjaan proyek yang harusnya tuntas bulan Januari 2020 ini, justru tidak ada ‘pengamanan’ sehingga menimbulkan korban jiwa.

“Panggil Balai Sungai dan PT PPK dan tuntaskan kasus ini”, tutup Janis.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here