Tindaklanjuti Investasi Asdep KTIK, Kemenkopolhukam Boyong Investor GUT Ke Sangihe

0
90
Pertemuan Asdep KTIK Kemenkopolhukam dan Investor GUT bersama Pemkab Sangihe, Di ruang Serbaguna Pemkab Sangihe Senin (20/01/2020)

TAHUNA -Perjuangan Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE ME untuk terus membenahi kemajuan wilayah kepulauan terus membuahkan hasil. Buktinya kunjungan Gaghana pada media November 2019 lalu di Kementerian Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) dalam upaya loby investasi di Sangihe akhirnya diseriusi oleh Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika (Asdep KTIK) Kemenkopolhukam RI, Sigit Priyono bersama dengan Investor Group United Tractors (GUT) yang menyambangi Sangihe pada Senin (20/01/2020).

Diterima langsung Bupati Sangihe Jabes E Gaghana di Rumah Jabatan Bupati kembali mempertegas poin penting di sektor perikanan, bagaimana upaya pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat nelayan agar hasil tangkapan punya kepastian pasar dan kepastian harga jual.

Diwawancarai usai kegiatan,
Asdep KTIK Kemenkopolhukam RI Sigit Priyono mengatakan, tujuannya untuk memberdayakan masyarakat nelayan, dengan begitu mereka akan menjadi garda nasional dalam mengawasi dan mencegah ilegal fishing di area perbatasan.

“Ini tujuannya memberdayakan masyarakat nelayan, dari kami Kemenkopolhukam untuk para pencari tuna yang ilegal fishing itu bisa terawasi oleh masyarakat nelayan disini untuk melawan diarea itu. Karena eksistensi nelayan kita sudah berada disitu, jadi mereka tidak akan masuk. Justru merekalah yang menjadi agen kita sebagai garda nasional untuk melihat kalo ada pencurian ikan dan melaporkannya. Dan saat ini sudah dengan tim dari Group United Tractors yang juga akan meninjau lokasi untuk dilakukan investasi” ungkap Priyono

Sementata itu, pihak investor GUT Hasan, menyampaikan bahwa ini adalah tindaklanjut dari hasil pertemuan bersama Bupati Sangihe dikantor Kemenkopolhukam November lalu sehingga mereka datang untuk melakukan pertemuan dan survey kelapangan sehingga hasil survey nanti akan dianalisis untuk keputusannya, dilanjutkan atau tidak.

“Jadi bentuk realisasi kongkrit, kita membuat assesment dengan melihat langsung di lapangan, mengumpulkan data-data lapanhan sehingga kita bisa membuat atraktif kompleks model kita. Kalau misalnya visible dan menguntungkan semua stakeholder, baik kami sebagai investor, masyarakat nelayan maupun pemerintah kabupaten maka akan kita tindaklanjuti. Jadi kita lihat dulu, kalo hasilnya visible atau tidak visible dari analisa di lapangan, kita akan ke Pak Bupati untuk menyampaikannya. Namun kita sebagai investor juga melihat kepentingan daerah dan masyarakat bukan semata-mata mau cari untung tapi bisa menguntungkan semua stakeholder yang berkepentingan. Mungkin kurang lebih sebulan setelah kita kembali ke Jakarta untuk merekam semua analisis dari hasil yang didapat dilapangan, untuk nantinya lanjut ataupun tidak”, ujar Hasan.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here