Dinkes Sulut: Masyarakat Jangan Panik, Belum Ada Kasus Akibat Virus Corona di Sulawesi Utara

0
120
Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie K.R Kalalo MSc PH.
MANADO-Sampai hari ini belum ada laporan ataupun deteksi adanya kasus pneumonia berat dengan penyebab Virus Corona di Sulawesi Utara.
Demikian ditekankan Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH dalam press release terkait ‘Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Provinsi Sulawesi Utara menghadapi Penyakit Pneumonia Berat oleh Virus Corona dari Wuhan -Tiongkok’, yang diterima www.sulutaktual.com, Selasa (21/1/2020).
Kalalo pun meminta masyarakat jangan panik. Sebab penyakit ini tingkat fatalitas-nya (kematian) rendah. “Dengarkan advice dari sumber terpercaya dan bila didapati adanya berita meresahkan segera menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota,” imbuh salah satu Kadis terbaik di Kabinet OD-SK ini.
Mengingat Provinsi Sulawesi Utara memiliki kerentanan terkait perkembangan penyakit ini, ucap Kalalo, Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bekerjasama dengan stakeholder terkait telah mengupayakan langkah-langkah antisipatif.
Pertama, membuat Surat Edaran kewaspadaan Pnemonia kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan Rumah Sakit baik pemerintah maupun swasta pada 8 Januari 2020.
Kedua, membuat surat Surveilans Aktif RS dan Surveilans Pasif RS ke rumah sakit-rumah sakit agar dapat pro aktif melaporkan kejadian penyakit berpotensi KLB. Termasuk kejadian pneumonia pada 14 Januari 2020.
Ketiga, meningkatkan upaya pengamatan penyakit menyerupai Influenza (influenza like illnesses) di Puskesmas-Puskesmas.
Keempat, melakukan pemantauan pelaku perjalanan dari luar negeri di Pintu Masuk Negara di Bandara Sam Ratulangi Manado bekerja sama dengan KKP Kelas II Manado menggunakan alat pemantau suhu (thermal Scanner).
Kelima, melakukan Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS) ke RS-RS di Manado dan kabupaten lainnya untuk memonitor kejadian penyakit menular potensial KLB, termasuk kejadian pneumonia.
Keenam, melakukan edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara pencegahan dan pengendalian penyakit pneumonia.
Ketujuh, menyiapkan logistik terkait upaya pencegahan penyakit pneumonia ini.
Diterangkan Kalalo, kejadian berjangkitnya penyakit infeksi paru menyerupai Pneumonia dengan penyebab Virus corona strain, baru terjadi pada awalnya di Provinsi Wuhan
Republik Rakyat Tiongkok.
Sampai 20 Januari 2020, dilaporkan ada 198 orang yang terinfeksi oleh penyakit ini. Sebagian besar ada di Provinsi Wuhan, terlapor adanya penyebaran ke Beijing.
Otoritas Kesehatan di Jepang dan Thailand juga melaporkan adanya 3 kasus yang dicurigai, walaupun belum terkonfirmasi. Ada 3 kasus kematian
akibat penyakit ini. Kasus kematian terjadi pada orang tua dan orang orang yang memiliki masalah kesehatan lainnya.
Otoritas kesehatan di China berhipotesa bahwa penyakit ini terjangkit dari hewan liar yang dijual di pasar hewan ke manusia.
Dilaporkan adanya transmisi atau perjangkitan dari manusia ke manusia walaupun dengan probabilitas yang
sangat kecil.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara pun mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai berikut.
Tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk, disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke pelayanan kesehatan atau RS terdekat.
Health Advice di antaranya, melakukan kebersihan tangan rutin. Terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata, serta setelah memegang instalasi publik.
Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan alkohol 70-80% handrub.
Menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk. Ketika memiliki gejala gangguan saluran napas, gunakan masker dan berobat ke fasilitas layanan kesehatan.
(***)
iklan-andy.jpg iklan-andy.jpg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here