Model Promosi Kesehatan Nola Pender Sambut Abad ke-21

0
197
Oleh: Ns Felorensiana Runtunuwu SKep
Pembimbing: Ns Fitri Arofiati MKep PhD
SETELAH meraih gelar doktornya, Pender menyadari perubahan dalam pemikirannya terhadap pandangan bahwa tujuan pelayanan keperawatan adalah kesehatan optimal masing-masing individu.
Pada 1975, Pender menerbitkan “A Conceptual Model for Preventive Health Behavior”. Itu adalah basis untuk mempelajari bagaimana individu-individu membuat keputusan untuk pelayanan kesehatan bagi diri mereka masing-masing dalam sebuah konteks keperawatan.
Tulisan tersebut mengidentifikasi faktor-faktor yang ditemukan dalam penelitian sebelumnya untuk memengaruhi pengambilan keputusan dan tindakan individu-individu dalam mencegah penyakit.
Model Promosi Kesehatan (Health Promotion Model atau HPM) asli milik Pender disajikan dalam edisi pertama tulisannya, Health Promotion in Nursing Practice yang diterbitkan tahun 1982.
Latar belakang Pender dalam keperawatan, perkembangan manusia, psikologi eksperimental, dan pendidikan, membimbingnya menggunakan sudut pandang keperawatan yang holistik, psikologi sosial, dan teori pembelajaran sebagai fondasi untuk Health Promotion Model (HPM).
HPM mengintegrasi beberapa gagasan. Pusatnya adalah teori pembelajaran sosial milik Albert Bandura (1977), yang mengemukakan pentingnya proses-proses kognitif dalam perubahan perilaku.
Teori pembelajaran sosial sekarang dinamai teori kognitif sosial. Mencakup kepercayaan-kepercayaan pada diri seperti atribusi diri, evaluasi diri, dan keyakinan diri.
Kemudian model nilai ekspektansi taas motivasi manusia yang dijelaskan oleh Feather (1982) menjelaskan bahwa perilaku itu bersifat rasional dan ekonomis dan juga penting bagi pengembangan model ini. Ada pula model kepercayaan kesehatan (Becker, 1974) yang menjelaskan perilaku pencegahan penyakit.
Tapi yang membuat HPM berbeda dari model kepercayaan kesehatan adalah tidak disertakannya rasa takut atau ancaman sebagai sumber motivasi bagi perilaku kesehatan. HPM mencakup secara luas untuk menunjukkan perilaku yang dibutuhkan dalam meningkatkan kesehatan dan menerapkannya sepanjang hidup.
Oleh Pender, HPM diaplikasikan dengan melihat karakteristik, pengalaman individu sebelumnya, juga faktor personal, biologi, psikologi, dan sosio-budaya.
Selanjutnya diberikan aspek kognisi dan afeksi dari perilaku khusus. Baik itu manfaat yang dipersepsikan terhadap suatu tindakan, hambatan yang dipersepsikan terhadap suatu tindakan, persepsi terhadap keyakinan diri, serta pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu aktivitas.
Ditambah pengaruh interpersonal (keluarga, kelompok, penyedia layanan kesehatan), norma, dukungan, dan model. Juga pengaruh situasional pilihan yang tersedia, kebutuhan, karakteristik, dan estetika.
Pender mengharapkan perilaku individu terhadap kebutuhan yang mendesak (kendali rendah) dan berbagai pilihan (kendali tinggi), sehingga tercipta komitmen untuk merencanakan suatu tindakan serta perilaku promosi kesehatan.
HPM menyediakan sebuah paradigma untuk pengembangan instrumen-instrumen yang diperlukan. Di antaranya, Profil Gaya Hidup yang Mempromosikan Kesehatan atau HPLP (Health Promotion Lifestyle Profile) dan Skala Kerugian-Keuntungan Olahraga atau EBBS (Exercise Benefits-Barriers Scale).
HPLP memiliki 6 skala turunan. Yaitu tanggung jawab kesehatan, aktivitas fisik, nutrisi, hubungan interpersonal, pertumbuhan spiritual, dan manajemen stres. Instrumen tersebut menyediakan penilaian untuk gaya hidup yang mempromosikan kesehatan milik individu-individu, dan digunakan secara klinis oleh para perawat bagi sokongan dan pendidikan pasien.
EBBS mengukur faktor kognitif dan persepsi dari keuntungan dan halangan yang dirasa untuk berolahraga. EBBS berguna secraa klinis untuk mengevaluasi persepsi tentang olahraga.
Karena itu, HPM berkontribusi dalam menyediakan solusi keperawatan bagi kebijakan kesehatan dan reformasi pelayanan kesehatan. Dengan menyediakan suatu sarana untuk memahami bagaimana seseorang bisa dimotivasi untuk memenuhi kesehatan pribadinya.
HPM mudah dipahami. Faktor-faktor pada setiap perangkat terkait secara logis dan hubungan-hubungannya dijelaskan dengan pernyataan-pernyataan teoritis serta digambarkan secara jelas dalam diagram visual.
Pender mengidentifikasi promosi kesehatan sebagai suatu tujuan untuk abad ke-21, seperti pencegahan penyakit yang menjadi tugas utama pada abad ke-20.
Model ini menjelaskan interaksi antara perawat dengan konsumen sambil memperhatikan peran lingkungan dalam promosi kesehatan. Pender memberikan tanggapan pada lingkungan politik, sosial, dan personal pada masanya untuk mengklarifikasi tugas keperawatan dalam mengantarkan pelayanan promosi kesehatan kepada orang-orang segala usia.
Model ini mengadopsi pemikiran mengenai kesempatan-kesempatan di waktu mendatang, dan memengaruhi penggunaan kemajuan teknologi seperti catatan kesehatan elektronik sebagai sarana untuk mencapai pencegahan dan promosi kesehatan.
(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here