Wamendag RI, Jerry Sambuaga Sidak Pasar Tradisional dan Ritel Modern di Manado

0
132
Wamendag RI, DR Jerry Sambuaga saat melakukan pengecekan harga bahan pokok di Pasar Tradisional.

MANADO– Dalam kunjungan kerjanya di Kota Manado,Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan RI, Jerry Sambuaga melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) sekaligus memantau harga dan ketersediaan pasokan Bahan Pokok (Bapok) di beberapa Pasar Tradisional dan Ritel Modern di Kota Manado, Jumat (13/12/2019).

Wamendag RI DR Jerry Sambuaga yang didampingi Direktur Utama PD Pasar Manado Stenly Suwuh dan Anggota DPRD Sulut Victor Mailangkay, memulai inspeksinya dari Pasar Pinasungkulan-Karombasan, Manado, lanjut ke Golden Swalayan, Multimart Swalayan, dan berakhir di Pasar Bersehati, Manado.


Wamendag RI, Jerry Sambuaga saat mengecek harga bapok di Ritel modern, Multimart Syawalan.

Dalam sidak yang dilakukan di pasar tradisional maupun ritel modern itu, Wamen Jerry Sambuaga berharap agar kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Provinsi Sulawesi Utara tidak terlalu tinggi, apalagi menjelang Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

” Turun dan menginspeksi ke pasar tradisional maupun ritel modern, merupakan
program rutin yang harus kami lakukan khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan. Apalagi, perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 tinggal dua pekan ke depan,” kata Wemen Jerry.

Dalam kesempatan diwawancarai para jurnalis, Wamen Jerry Sambuaga mengungkapkan, hasil pemantauan harga bahan pokok di Kota Manado.

“Harga relatif aman. Namun, ada beberapa kenaikan harga dari beberapa produk tetapi paling penting ketersediaan aman dan stok aman,” ujar Jerry saat berada di Pasar Bersehati, Kota Manado.

Jerry menambahkan, harga bahan pokok biasanya memang berfluktuasi menjelang Natal dan Tahun Baru. Namun, pihaknya menekankan agar kenaikan harga tidak terlalu tinggi.

“Kami upayakan harga tidak terlalu tinggi karena juga bisa memengaruhi daya beli, konsumsi, hingga level of happiness,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota (Wawali) Manado, Mor D Bastian mengatakan, pengontrolan dilakukan agar pasokan sesuai dengan permintaan. Pasalnya, pasokan yang berlebih juga akan merugikan pedagang pasar.

“Kalau pasokan terlalu banyak di pasar terpaksa dijual rugi. Jadi kami kontrol pasokan dan permintaan berjalan seimbang,” pungkas Wawali Mor.

Perluh diketahui, inflasi Sulut yang diwakili oleh Kota Manado sebesar 3,30 persen pada November 2019. Posisi itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional 0,14 persen periode yang sama.

(Tirsa Rompas)

iklan-andy.jpg iklan-andy.jpg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here