Serapan DAK Kesehatan Jongkok, Bupati JS Beri Tenggat Waktu Sampai 25 November.

0
42
Rapat Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) di lobby Kantor Bupati Mitra, Kamis (14/11/2019) lalu.

RATAHAN – Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra) terus menggenjot penyerapan anggaran APBD TA 2019 yang masuk di kuartal terakhir ini. Hal ini nampak pada Rapat Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) di lobby Kantor Bupati Mitra, Kamis (14/11/2019).

Dalam rapat itu terungkap, serapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan baru terserap 1% dari total anggaran Rp 1,3 milyar.

“DAK bagi Rumah Sakit sebesar 1.3 M diantaranya untuk membayar honor para tenaga medis termasuk dokter ahli dan THL (Tenaga Honor Harian) realisasinya baru satu persen. Ini terkendala karena belum ada SK untuk dokter ahli dan THL. Tapi kadis kesehatan sudah bilang, ada pergeseran peruntukan dana itu,” ungkap Asisten 2 Joutje Wawointana di meja pimpinan rapat EPRA.

Sementara, Sekda Robby Ngongoloy menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih sedikit serapan anggarannya, harus segera merealisasi pembayaran. Minimnya penyerapan anggaran akan berdampak pada turun atau naiknya APBD Pemkab Mitra tahun depan.

“Masih banyak dinas yang masih merah (zona serapan dananya). Rapat EPRA ini untuk mengetahui kendala dan segera mencari solusi. Ini akan disampaikan ke Kemendagri melalui (Pemerintah) Provinsi. Kalau pemberian dana yang begitu besar tidak mampu diserap dengan baik maka akan berpengaruh (pada APBD 2020). Saya minta kita sama-sama cari solusi, pergunakan waktu yang tersisa 3 minggu ini.” tegas Sekda.

Senada, Wakil Bupati Jesaja Jocke O Legi mengingatkan agar pembayaran segera dilakukan sesuai aturan, yaitu 30 persen di awal. Jangan menunggu pengerjaan program selesai baru dibayar 100 persen. Apalagi ultimatum Bupati agar semua serapan rampung sampai tanggal 25 November.

“Kalau sampai tanggal 25 (november) belum terbayarkan maka akan dilimpahkan sampai tahun depan. Rapat EPRA bulan lalu, serapan dana masih tertahan di Barjas (Barang dan Jasa). Pengadaan barang sudah ada tapi belum dibayarkan, ini harus segera direalisasi. Kecuali proyek fisik jembatan, jalan dan lainnya, yang pengerjaannya sampai Desember. Mari kita temukan solusi dari kendala yang muncul,” tutupnya.

(Thety Metuak)

iklan-andy.jpg iklan-andy.jpg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here