Lahan Pembagunan RSUD Rujukan Liungkendage Diduga Bermasalah

0
74
Pembangunan Rumah Sakit Rujukan yang belakangan lahannya diduga masih bermasalah.

TAHUNA -Pembangunan tahap II Rumah Sakit Rujukan Liung Kendage Tahuna tahun anggaran 2019 yang berbandrol sekitar Rp 33 Miliar mulai dipersoalkan warga.

Komplein warga ini sendiri dilakukan terkait dengan lahan bangunan dimaksud.
Pemilik lahan, Mando Makanoneng, warga Kelurahan Apeng Sembeka kecamatan Tahuna ketika ditemui menyatakan bajwa lokasi lahan pembangunan rumah sakit ini masih menyimpan masalah.

“Saya sangat kecewa dengan penanganan Pemkab Sangihe yang terkesan melakukan pembiaran dengan seolah-olah tak mau tahu kalau bangunan RSUD yang saat ini sedang dibangun masih menyimpan permasalahan lahan, padahal sebelumnya Pemkab Sangihe telah berjanji akan melakukan tukar guling dengan menggantikan 3 kapling lahan terhadap lahan keluarga yang telah terpakai dilokasi RSUD Rujukan”, ujar Makanoneng.

Lebih lanjut Makanoneng mengakui telah bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Edwin Roring SE ME guna  tindak lanjut dari penangnan lahan, hanya saja sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah setempat.

”Padahal masalah ini sudah kami laporkan ke pak Sekda beberapa waktu lalu, namun tindaklanjutnya belum ada, sementara pembangunan tahap pertama RSUD Rujukan sudah selesai dan saat ini telah berlanjut ke pembangunan tahan dua,” ungkap Makanoeng sambil menambahkan sebelumnya ia sempat memasang patok dan papan pengumuman sebagai pemilik lahan dilokasi lahan RSUD Rujukan, namun tiba-tiba papan pengumuman itu dicabut ketika proyek mulai berjalan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sangihe Edwin Roring SE ME ketika dihubungi terpisah tidak menepis adanya permasalahan lahan tersebut. Ia bahkan mengakui telah didatangi Makanoneng yang hendak mempertanyakan tentang tindak lanjut tukar guling lahan dimaksud.
”Memang benar ada permasalahan lahan di RSUD Rujukan dan pemkab setempat telah menyikapinya, namun untuk saat ini tentu ada proses, termasuk kami masih mengumpulkan saksi-saksi dan data lainnya guna penyelesaiannya sebab tukar guling ini terjadi pada tahun 1996,” singkat Roring.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here