FTA 2019, Stand Motoling Timur Beri Perhatian Menarik Para Pengunjung

0
129

 

MINSEL- Festival Teluk Amurang ( FTA ) menarik perhatian ribuan pasang mata yang datang dari berbagai daerah untuk melihat dari dekat seperti apa event yang di gelar oleh Pemkab Minsel.

Yang tidak luput dari perhatian pengunjung mulai dari orang dewasa sampai anak-anak ketika mampir di Stand Kecamatan Motoling Timur tampak paling depan Gula Aren yang berbentuk pohon beringin. Selain keunikannya, ternyata gula aren ini berbobot 60 Kg, dan diproduksi oleh petani asal Kecamatan Motoling Timur.

Selain Gula Aren yang ditampilkan di FTA ini, masih banyak produk lain lagi yang ditampilkan seperti, Captikus dari Desa Wanga, bermacam kue dari Desa Tokin raya dan Karimbow juga Desa Picuan raya.

IMG_20190930_211126Dengan ini memberikan bukti bahwa Kecamatan Motim berlimpah kekayaan alamnya, yang juga ditopang dengan sumber daya manusianya.

“Kehadiran kami di FTA ini bukan hanya mengsukseskan, atau meramaikan event akbar ini tapi bagi kami suatu moment yang baik untuk edukasi dan mengedukasi khusus nya warga Motim yang hadir dalam acara akbar ini,” jelas Camat Motoling Timur, Eva Kaligis. S.Pd

Kecamatan Motoling Timur terdiri dari delapan Desa dan semua Desa ikut terlibat dalam kegiatan Festival Teluk Amurang (FTA ) yang dilaksanakan selama tiga hari.

FB_IMG_15698482728124112Desa-Desa dan Hukumtua di Kecamatan Motoling Timur diantaranya, Desa Picuan Satu dengan Hukum tua Syultje Merentek, Desa Picuan dengan Hukumtua Steven Lakoy Desa Wanga dengan Hukum tua Franky Pondaag ST, Desa Wanga Amongena dengan Hukum tua Santy Seroan. SPd, Desa Tokin Baru dengan Hukumtua Jessy Karuh SE, Desa Tokin dengan Hukumtua Fenty Kalangi SIP, Desa Karimbow dengan Hukumtua Lineke Wuisang Ss, dan Desa Karimbow Talikuran dengan Hukumtua Johny Porayow SIp.

IMG20190927115944Menurut Camat Motoling Timur Ibu Eva J Kaligis.S.Pd, bahwa disetiap kesempatan pertemuan yang dilaksanakan di Kecamatan Motim selalu disampaikan baik itu melalui surat, dan sambutan-sambutan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan.

“Sebab kebersihan itu sangat berdampak pada lingkungan keluarga kita, rajin bekerja bakti, sama-sama menjaga Kamtibmas, dan dimusim kemarau ini harus waspada bahaya kebakaran,” tutup Kaligis.

( Andy Runtunuwu )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here