Kampung Lenganeng Resmi Sandang Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

0
278
Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE ME ketika melakukan penandatanganan prasasti penetapan Kampung Lenganeng sebagi Desa sadan BPJS Ketenagakerjaan didampingi Kepala BPJS-TK Sulut Hendrayanto dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Dokta Pangandaheng.

TAHUNA -Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe, resmi menyandang predikat sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan.

Hal ini dipastikan setelah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Sulawesi Utara (Sulut), pada Kamis (19/9/2019) bertempat di Sentra Kerajinan Industri Kecil Menegah (IMK) Pandai Besi Lenganeng, melakukan pencanangan.

Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes E Gaghana SE ME  dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kapitalaun Kampung Lenganeng bersama masyarakat yang menyadari bahwa Jaminan Sosial Ketenagakerjaan itu sangat perlu dalam memprotek kehidupan bersama.

“Apa yang telah dicanangkan hari ini, untuk kabupaten Sangihe bergerak dari Kampunh Lenganeng, sehingga masyarakat pekerja yang ada di desa lain boleh ikut serta,” ujar Gaghana.

Sebagai pemerintah daerah, Gaghana berharap, semua ketenagakerjaan baik formal dan informal di sangihe mendapat fasilitas yang sama, termasuk juga insan pers.

“Memang tidak menginginkan setiap hal yang dapat merugikan diri kita sendiri, tetapi jauh lebih menghargai kehidupan kita, dan kiranya kegiatan ini menjadi sumbangsi dalam perjalanan kedepan, keyakinan  bekerja untuk mewujudkan kualitas kerja, upah kerja dapat diperoleh, dan jaminan hidup bisa kita protek,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS-TK Sulut, Hendrayanto mengatakan, bukan suatu kebetulan, karena ini berdasakan hasil evaluasi, desa mana yang ada di Indonesia layak menjadi desa sadar.

“Dengan terpilihnya desa lenganeng sebagai desa binaan BPJS-TK, kami tentunya akan terus siap dalam memberikan dukungan dan tak akan pernah lepas dari pekerjaan kami,”ujar Hendrayanto

Disamping itu juga Hendrayanto, berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Sangihe, karena di lenganeng terdapat kurang lebih 120 pekerja yang siap menjadi peserta BPJS-TK.

“Harapan kami tentunya, bukan hanya di lenganeng, namun semua masyarakat pekerja yang ada di sangihe, bisa terdaftar sebagai peserta BPJS-TK,” imbuh Hendrayanto sambil menambahkan untuk jaminan sosial ketenagakerjaan bagi yang meninggal dunia mendapat jaminan sebesar Rp24 juta dan untuk kecelakaan kerja Rp55 juta.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here