Disperindag Sangihe Siap Bekali Pengrajin IKM Bambu Batik Bowongkulu

0
81
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sangihe Ir Feliks Gaghaube.

TAHUNA -Dinas Perdangangan dan Perindustrian (Disperindag) Sangihe siap melakukan pembekalan terhadap pengrajin Industri Kecil Menengah (IKM) bambu batik yang tersebar  di Kampung Bowongkulu Kecamatan Tabukan Utara.

Hal ini diungkapkan Kepala Disperindag Sangihe Ir Feliks Gaghaube kepada sejumlah wartawan.

Menurut Gaghaube dalam kaitannya menunjang industri IKM yang ada di Kampung Bowongkulu Kementrian Perindustrian melalui Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah (Dirjen IKM) telah memberikan sentra IKM.

“Dalam rangka optimalisasi industri kecil bambu batik tahun 2019, Kementrian telah mengalokasikan Sentra Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang berlokasi di Kampung Bowongkulu, Kecamatan Tabukan Utara,” ungkap Gaghaube.

Dijelaskanya, selain difasilitasi dalam bentuk Sentra dan peralatan, dirinya merasa untuk pelaku IKM ini masih kurang. Untuk itu, pihaknya mencoba mengkomunikasikan dengan Kemen Perindag, melalui Bupati dengan perwakilan Dirjen IKM, terkait strategi yang perlu didukung dalam pengembangan sentra, bahwa mereka perlu dibantu dari sisi pelatihan.

“Pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan untuk meningkatkan kualitas kerajinan bambu batik seperti pengawetan bahan baku bambu batik, pelatihan finishing untuk produksi furnitur bambu batik, serta modifikasi produk bambu batik yang sudah dipasarkan pada saat ini,” ujar Gaghaube.

Gaghaube melanjutkan, sampai saat ini sudah ada sekitar 6 kelompok atau 50 orang pengrajin bambu batik di Kampung Bowongkulu yang sudah fokus di sentra IKM bambu batik, dan semua sudah banyak memproduksi furnitur dari bambu batik.

“Untuk Sentra IKM bambu batik ini sampai sudah ada sekitar 6 kelompok atau 50 orang pengrajin bambu batik yang sudah exist dan fokus pada produksi kerajinan bambu batik ini. Para pengrajin ini dari dulu memang sudah fokus pada kerajinan bambu batik dan sudah banyak produksi hasil furniture yang telah di pasarkan,” jelasnya kembali.

Ke depan kata dia, bila ini sudah berjalan dengan baik sesuai kebutuhan pasar, produk bambu batik ini akan dijual lewat online. Sehingga pada pelatihan berikutnya Kementrian akan mengajar para pengrajin bagaimana cara melakukan foto terhadap hasil kerajinan mereka.

“Nantinya, kita akan bekerja sama dengan Bapelitbang dan Diskominfo untuk bisa mengakses penjualan secara online ini,” imbuh Gaghaube.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here