Pemkab Sangihe Bakal Tertibkan Pedagang Kawasan Pusat Kota Tahuna

0
126
Kabag Ekonomi Pemkab Sangihe Johanis Pilat

TAHUNA-Pemkab Sangihe berupaya untuk memaksimalkan fungsi jalan dan trotoar di Pusat Kota Tahuna dikembalikan sebagaimana fungsinya. Hal ini sendiri dilakukan terkait dengan berubahnya fungsi jalan dan trotoar menjadi lapak sejumlah pedagang.

Memanivestasi Kewenangan Sekretaris Daerah (Sekda) Edwin Roring, Tim Pemerintah Daerah Kabupaten Sangihe terdiri dari beberapa Perangkat Daerah Teknis yang dikoordinir oleh Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Johanis Pilat, turun langsung ke lapangan guna memantau aktivitas perdagangan masyarakat beberapa hari lalu.

“Dari hasil pantauan kami di lapangan terdapat beberapa masyarakat penjual yang mendiami lokasi lahan kosong (eks pasar) dan juga terkait fungsi prasarana jalan, termasuk trotoar, maupun badan jalan yang digunakan untuk aktivitas perdagangan di area Peltu,” kata Pilat kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya usai melaksanakan pemantauan.

Masih di seputaran Peltu Lanjut Pilat, ada juga rumah makan yang di kelolah oleh salah satu anggota kepolisian, dimana telah menggunakan badan jalan untuk tempat makan dan tempat parkirnya.

“Terkait kegiatan ini, kami sudah menyampaikan kepada pengelolahnya, karena yang bersangkutan berada di gorontalo bahwa aktivitas perdagangan ini bertentangan dengan fungsi fasilitas juga peraturan perundang-undangan, sehingga diminta dengan inisiatif pengelolah agar dapat menghilangkan aktivitas untuk dijadikan tempat sarana jual,” jelasnya

Ditambahkannya bahwa kepada pengelolah rumah makan tersebut diberi kesempatan jika sudah ada di tempat, dapat mengklarifikasi dengan Dinas Perhubungan, selanjutnya sampai hari yang ditentukan yang bersangkutan sudah tiba dan tidak ada etikat baik untuk mengklarifikasi maka akan diberikan surat peringatan.

“Apabila surat peringatan tersebut tidak diindakan, akan ada koordinasi oleh pihak perhubungan bersama dengan satpol-pp untuk melakukan penindakan dilapangan, demikian juga hal yang sama berlaku kepada penjual di tikungan dekatĀ  menara malahasa, karena mengganggu ruang lalu lintas dan jarak pandang pengendara, sehingga akan dikondisikan untuk segera mereka membongkarnya,” ujar Pilat.

Selain itu tuturnya, untuk pengendalian dan pemantauan di area pertokoan sudah diminta kepada pemilik toko dan juga kepada penjual di pinggiran toko agar tidak mengambil fungsi trotoar untuk tempat sarana jual.

“Semua upaya ini tentu diprakasai untuk mencoba membangun komunikasi, memberikan pandangan kepada semua pihak atau masyarakat yang melakukan aktivitas ini, dan kepada penjual di area pelabuhan tua akan difasilitasi oleh Disperindag untuk dipindahkan lagi ke pasar towo,” tutup Pilat

Tim Pemerintah Daerah yang turun langsung pada pemantauan dan pengendalian aktivitas perdagangan masyarakat tersebut, masing-masing dari Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perkim, Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL-PP), Camat dan Lurah setempat.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here