Ma’ruf Aneh Ada Pihak ‘Akui Pileg Tolak Pilpres’: Namanya Iman Sebagian

0
974
Ma'ruf Amin buka puasa bersama TKN .

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menyindir pihak yang mengakui hasil Pileg namun menolak hasil Pilpres. Menurut Ma’ruf, pihak yang seperti itu imannya sebagian.

“Ya itu yang aneh, pilegnya diterima, tapi pilpresnya tidak. Namanya iman sebagian, tidak iman sebagian,” ujar Ma’ruf di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Selain itu Ma’ruf juga mengimbau masyarakat menunggu hasil rekapitulasi KPU pada 22 Mei 2019. Ma’ruf meminta pihak yang keberatan untuk mengikuti mekanisme yang ada.

“Pertama kita tunggu pengumuman dari KPU, menunggu apakah ada gugatan-gugatan baik melalui Bawaslu atau melalui MK. Sudah itu nanti, sesudah penetapan oleh KPU tentu kita akan lakukan langkah-langkah yang semestinya kalau sudah dinyatakan sebagai pemenang,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf berharap tidak ada pengerahan massa setelah pengumuman resmi KPU. Dia mengajak semua pihak menjaga keutuhan bangsa.

“Saya harap tidak terjadi itu, kenapa? Menjaga negara dan keutuhan bangsa, keamanan, ketenteraman, kita harus berpikir bahwa menjaga negara, mengutamakan negara dan bangsa harus lebih kita utamakan. Kita dahulukan daripada kepentingan-kepentingan kelompok dan kepentingan sesaat,” ujarnya.

Sebelumnya, terjadi saling sindir sejumlah pihak terkait ajakan menolak hasil Pileg dan Pilpres. Saling sindir ini melibatkan Partai Berkarya, Gerindra, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin hingga Mendagri Tjahjo Kumolo.

Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang mendorong Gerindra agar menolak Pileg juga. Menurutnya, Pilpres dan Pileg ada dalam satu paket Pemilu 2019.

“Kalau mau tolak hasil Pilpres, ya tolak hasil Pileg juga dong,” kata dia, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Dalam koalisi parpol pendukung Prabowo, tak hanya Partai Gerindra yang berkepentingan di Pemilu, namun Partai Berkarya juga sama-sama punya kepentingan di Pemilu. Dia mengaku sadar Gerindra punya ranking tinggi dalam hasil hitung cepat Pileg KPU sementara ini.

Sindiran dari Partai Berkarya ini langsung dibalas oleh sindiran lain oleh Ketua DPP Gerindra Habiburokhman. Dia mempertanyakan apakah Badaruddin paham sistem pemilu atau tidak.

“Itu orang ngerti nggak sih sistem pemilu?” kata kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

“Sistem pemilunya kan beda antara pilpres dan pileg. Surat suara beda. Pihak yang berpartisipasi beda. Gimana coba,” sambungnya.

Sindiran juga datang dari TKN. Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menantang kubu Prabowo-Sandi untuk menolak hasil pileg juga.

“Kalau mau ditolak, ya tolaklah semua (hasil Pilpres sekaligus Pileg 2019). Itu baru gentle,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan jangan sampai ada pihak yang mengakui hasil pileg tetapi tidak mengakui hasil pilpres. Menurutnya, semua pihak sudah sepakat mengikuti tahapan pemilu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Jangan sampai mengakui hasil pilegnya, tapi hasil pilpresnya tidak mengakui. Padahal orangnya sama, yang jadi KPPS-nya sama, pengawasnya sama, saksinya sama, petugasnya sama. Kenapa kok dibedakan itu lo. Itu aja,” kata Tjahjo di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Sumber/ detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here