Jadi Agen Resmi Peralatan ‘Mata-mata’ Produk Belanda Wilayah Asia Pasifik. Regina Natalia: Alat Ini Cocok Untuk Dukung Kecanggihan C3 Milik Pemkot Manado

0
1651
Regina Natalia (kiri)

JAKARTA –Regina Natalia, pebisnis berdarah asli Kawanua ini sukses menggaet kepercayaan pemerintah Belanda untuk menjadi agen resmi peralatan ‘mata-mata’ berupa kamera pengawasan super canggih untuk wilayah Asia Pasifik.

Wanita cantik berumur 36 tahun ini dalam waktu dekat akan menandatangani kontrak kerjanya dengan pihak pemerintah Belanda.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan segera melakukan penandatangan kontrak kerja dengan pemerintah Belanda, yang akan dilakukan di kantor kami di Singapura sebagai agen resmi wilayah Asia-Pasifik,” kata Gina, sapaan akrabnya ketika bersua di sebuah rumah makan elit kawasan SCBD Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Menurutnya, kecanggihan alat pengintai buatan Belanda dengan software asal Belgia yang dikenal dengan sebutan Camera Tri-watch by Triconser Survaillance dengan system the high and camera security ini, lebih canggih dari sistem yang dimiliki produk CCTV yang banyak dipakai di Indonesia saat ini.

“Dengan sistem kerja yang super canggih dalam pengawasan karena menggunakan Wi-fi, Camera Tri-watch by Triconser Survaillance ini sudah banyak digunakan di pelbagai negara, yang di set-up di wilayah wilayah perbatasan,” kata perempuan kelahiran Manado, 12 September 1983.

Dikatakannya jika Kota Manado juga sangat cocok untuk menggunakan tekhnologi ini. Apalagi diketahui Pemerintah Kota Manado sedang getol-getolnya membangun sistem digital dalam rangka Smart City.

” Sangat cocok untuk di set-up di Kota Manado guna mendukung kecanggihan Cerdas Command Center (C3) milik Pemkot Manado. Alat ini terkoneksi melalui Wi-fi, jadi Camera Tri-watch by Triconser Survaillance akan bekerja lebih baik dibandingkan alat CCTV yang ada saat ini,” beber Gina.

Gina yang sudah 14 tahun mengadu nasib di ibu kota RI ini mengaku sudah belasan tahun menggeluti bisnis-bisnis yang ada hubungannnya dengan luar negeri.

“Saya juga menggeluti bisnis dibidang pariwisata dan fashion,” ungkapnya.

Untuk saat ini pun lanjut Gina,
dirinya masih menekuni bisnis jual beli airframe dan spare parts pesawat dan mesin pesawat, dan bekerja sama dengan Bank of China Aviation dan Rolls Royce Asia.

Meski sudah belasan tahun di tanah rantau, Gina mengaku masih menyempatkan diri untuk berkunjung ke tanah kelahirannya di Manado, meski tak terlalu sering.

“Saya masih sempatkan diri untuk pulang Manado, meskipun tidak sering. Kota Manado perkembangannya sangat pesat. Saya berkeinginan suatu waktu kelak, bisnis yang saya geluti saat ini akan dibawa ke Manado. Namun, tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi Kota Manado saat itu,” tutup Gina.

(Tirsa/***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here