Polda Sulut Ungkap Peredaran Gelap Bahan Berbahaya Jenis Mercury dan Sodium Sianida

0
134
Barang bukti 15 drum masing-masing berisi 50 kg sodium sianida, dan 5 botol masing-masing berisi 1 kg mercury.

MANADO, – Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Utara (Sulut) dipimpin AKBP Gustaf Lengkong, berhasil mengungkap kasus peredaran gelap bahan berbahaya jenis mercury dan sodium sianida, Kamis (09/05/2019), malam.

Dalam penangkapan, tim mengamankan seorang tersangka berinisial TP (55), oknum warga Gorontalo, beserta barang bukti 15 drum masing-masing berisi 50 kg sodium sianida, dan 5 botol masing-masing berisi 1 kg mercury.

Barang berbahaya jenis mercury dan sodium sianida.
Bahan berbahaya jenis mercury dan sodium sianida.

Awalnyberbahaya jenis mercury dan sodium sianida,a, tim mendapat informasi bahwa tersangka sering menjual mercury, yang dilarang untuk diperdagangkan, serta menjual sodium sianida tanpa izin, dari Gorontalo ke wilayah Kotamobagu.

Usai melakukan penyelidikan, tim pada Kamis malam sekitar 22.30 WITA menangkap tersangka beserta barang bukti, di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di dekat RSU Molibagu, Bolaang Mongondow Selatan. Tersangka dan barang bukti selanjutnya diamankan di Mapolda.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, tersangka melanggar UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yakni pasal 106 dan pasal 110 tentang bahan berbahaya. “Kasus ini terus dikembangkan, untuk mengungkap jaringan pemasok bahan berbahaya di wilayah Sulut,” pungkasnya.

(HumasPoldaSulut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here