Serikat Buruh Akan Tarik Dukungan dari Prabowo Setelah 22 Mei

0
19408
Buruh yang tergabung dalam KSPI saat mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto.

KSPI memilih independen, meski pernah menjalin kontrak politik mendukung Prabowo pada 2018.

Jakarta, – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menghentikan dukungan kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto setelah 22 Mei mendatang. Alasannya, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pemenang Pilpres pada tanggal tersebut, KSPI memilih bersikap independen dan menarik batas dengan siapa saja yang terpilih sebagai presiden, termasuk Prabowo.

Ketua Departemen Bidang Komunikasi dan Media KSPI Kahar Cahyono mengatakan organisasi buruh berbeda dengan partai politik pengusung yang tetap memberi dukungan penuh setelah terpilihnya menang Pilpres. “Sikap kami masih dukung calon presiden dan hanya sampai tanggal 22 Mei,” kata Kahar. Selasa, (30/4/2019).

Kahar menyatakan upaya ini bukan sebagai skenario jalan keluar apabila Prabowo akhirnya kalah dalam penetapan Pilpres.  Dia juga menyatakan langkah ini bukan upaya beralih memberikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Pertemuan Ketua KSPI Said Iqbal dan perwakilan serikat buruh lainnya dengan Jokowi di Istana Kepresidenan di Bogor, beberapa waktu lalu, tak terkait dukung mendukung politik. “Hadir dalam posisi sebagai serikat buruh, membahas mayday (peringatan Hari Buruh),” kata Kahar.

Bahkan Kahar mengatakan tidak mengundang Jokowi dalam perayaan Hari 1 Buruh di Jakarta Utara. KSPI hanya mengundang Prabowo.

KSPI Berharap Prabowo Bahas Kontrak Politik

KSPI memastikan Prabowo bakal hadir dalam peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019). Kahar mengatakan organisasinya belum mengetahui apa yang akan dibahas mantan Danjen Kopassus itu.

Namun, organisasinya berharap Prabowo membahas kontrak politik yang ditandatangani dengan KSPI tanggal 1 Mei 2018 lalu kembali disinggung. “Ada sepuluh tuntutan kami saat itu,” kata Kahar.

Menurut dia, kedatangan Prabowo dalam peringatan May Day 2019 yang diselenggarakan KSPI bukan pertama kali. Prabowo juga hadir dalam peringatan May Day yang digelar KSPI pada tahun lalu.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan kemungkinan Prabowo memberikan orasi di Hari Buruh tanpa ditemani calon wakil presiden Sandiaga Uno.  “Beliau (Sandiaga) diminta untuk mengawal suara karena cukup banyak laporan kecurangan di bawah,” kata Fadli.

Peringatan Hari Buruh di Tennis Indoor Senayan akan dimulai pada Rabu (1/5/2019) pukul 10.00 WIB. Prabowo dijadwalkan hadir di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. KSPI memperkirakan ada sekitar 50 ribu buruh  yang bakal hadir di Senayan. Massa tersebut berasal dari tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Ada tujuh tuntutan yang bakal disuarakan dalam peringatan Hari Buruh, di antaranya menolak upah murah, penghapusan sistem outsourcing, mendesak manfaat jaminan kesehatan dan jaminan pensiun ditingkatkan, mendesak TDL (Tarif dasar listrik) dan harga sembako turun,  serta mendesak pemerintah menegakkan demokrasi yang jujur dalam Pilpres 2019.

Sumber/ katadata.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here