Aksi Tolak Pilpres 2019, Mahasiswa Papua Diamankan Polisi

0
196

DENPASAR, – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali (AMP KK Bali), menggelar aksi damai, di Renon, Denpasar, Bali, Senin (15/4/2019). Aksi mereka menolak Pilpres 2019. Ia harus diamankan oleh polisi setempat.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa diduga melakukan aksi provokatif dengan mengajak masyarakat untuk golput dan menolak Pilpres 2019. Sehingga, sebanyak 20 orang langsung diamankan polisi dan dibawah ke Mapolresta Denpasar.

IMG_20190415_212824-800x395

Unjuk rasa damai yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua dengan tema mengajak Golput serta berikan hak ketentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat. “Kita juga mengamankan spanduk bertuliskan “Tolak Pilpres 2019” dan Golput. Mereka menyampaikan seperti itu,” tegas Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, di Mapolres Denpasar, Senin (15/4/2019) sore.

Kapolresta juga menegaskan, bahwa saat ini adalah hari tenang Pemilu 2019 dan pihaknya mengaku juga sudah menyampaikan kepada koordinator masa aksi untuk tidak melakukan demo tersebut. Tetapi masa aksi tetap melakukan aksi damai dan turun ke jalan.

IMG_20190415_212845-800x395

Kita tahu hari ini sampai menjelang Pemilu itu adalah hari situasi tenang. Tetapi, mereka melakukan kegiatan tersebut dan kami langsung mengamankan mereka dan langsung kami bawa ke Polresta,” imbuhnya.

Kepolresta juga menjelaskan, pihaknya akan melakukan  penyelidikan dengan maksud apa mereka melakukan kegiatan tersebut.

Kita tahu, bahwa masyarakat di Bali ini adalah masyarakat yang penuh toleransi, yang ingin kedamaian. Dengan adanya kedatangan aksi tadi itu. Saya  melihat mereka tidak ingin kedamaian. Saya langsung amankan dan kita langsung melakukan penyelidikan,” jelasnya

Kapolresta menjelaskan, bahwa aksi tersebut tidak memiliki surat izin. Hanya memberikan surat keterangan pemberitaun aksi damai.

Mereka ingin golput dan mengajak masyarakat untuk tidak memilih. Hal itu sangat tidak baik, dan (mereka) tidak mau NKRI. Kita amankan sebanyak 20 orang dan masih melakukan pendalaman tentang identitas mereka,” ujarnya.

Aksi Mahasiswa Papua itu tidak ada izin. Setiap penyampaian pendapat dimuka umum harus ada izin. Tetapi dia hanya menyampaikan surat (Pemberitahuan). Kita sudah menyampaikan ini situasi masah tenang Pemilu 2019. Tapi mereka tetap melakukan dan mereka memaksa. Saya perintahkan untuk diamankan dan dibawa sini. Kita akan melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Sumber/ TIMESINDONESIA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here